logo


Ini yang Akan Terjadi Jika Rizieq Shihab 'Ngadu' ke Mahkamah Internasional

Ketua Setara Institute, Hendardi menilai jika upaya Rizieq Shihab ke Mahkaman Internasional merupakan hal yang sia-sia.

20 Mei 2017 14:34 WIB

Habib Rizieq Shihab.
Habib Rizieq Shihab. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ketua Setara Institute, Hendardi menilai langkah hukum Habib Rizieq Shihab yang akan membawa kasusnya ke Mahkamah Internasional merupakan hal yang sia-sia dan out of context.

Kuasa Hukum Bakal Susul Rizieq ke Arab Saudi, Sugito: Habib Tidak Sanggup Lagi Kalau Sendiri

Pasalnya, menurut Hendardi, mekanisme internasional hanya didesain untuk mengadili perkara-perkaya yang spesifik dan menggunakan mekanisme khusus. Mekanisme khusus itu adalah International Court of Justice (ICJ) dan International Criminal Court (ICC).

ICJ merupakan hukum yang akan mengadili sengketa antarnegara dengan subyek hukumnya adalah entitas tertentu, bisa negara bisa non-negara seperti sengketa perbatasan atau sengketa bisnis internasional.


Polri Klarifikasi Sejumlah Berita Hoax Terkait Rizieq-Firza yang Marak Beredar

"Klaim kriminalisasi RS jelas bukan merupakan kompetensi ICJ," ujar Hendardi dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (20/5).

Sedangkan ICC mengadili 4 jenis kejahatan seperti genosida, kejahatan perang, agresi, dan kejahatan kemanusiaan. Lebih lanjut, Hendardi juga menerangkan jika kasus RS tidak masuk ke dalam hukum ICC.

"Kasus dugaan pornografi dan dugaan penyebaran konten pornografi jelas bukan kompetensi ICC, apalagi ICC dibentuk berdasarkan Statuta Roma menuntut ada ratifikasi dan Indonesia belum meratifikasinya," paparnya.

Ia menambahkan jika kasus HR ini dibawa ke PBB, upaya yang akan dilakukan juga tidak akan mudah karena mekanisme yang membawanya harus organisasi yang memiliki akreditasi status konsultatif.

"Andai pun mereka sampai di PBB atau Mahkamah Internasional bisa saja diterima sampai tingkat security, tercatat sebagai tamu kunjungan biasa atau turis," pungkasnya.

Kuasa Hukum: Habib Rizieq Jadi Korban Bully

Penulis : Ratna Wilandari