logo


IPA Yakin Industri Migas di Indonesia Akan Kembali Kompetitif

Konvensi yang dilakukan IPA ini akan menjadi momen yang baik untuk memberikan solusi agar reformasi migas untuk menarik investor dan meningkatkan produksi.

20 Mei 2017 01:06 WIB

Pembukaan pameran Indonesian Petroleum Association (IPA) ke-41 di JCC.
Pembukaan pameran Indonesian Petroleum Association (IPA) ke-41 di JCC. Jitunews/Garry Talentedo Kesawa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Christina Verchere, selaku Presiden IPA, mengatakan bahwa kondisi energi yang fundamental untuk ekonomi di Indonesia saat ini sudah mulai membaik. Meski begitu, masih banyak hal yang harus dilakukan untuk membuat bisnis energi di Indonesia kembali kompetitif.

Direktur Eksekutif IPA Sebut Sektor Hulu Migas Perlu Ditingkatkan

"Dari yang sudah kami dengar, sudah ada persetujuan bahwa bisnis energi yang sangat fundamental untuk ekonomi Indonesia ini sudah mulai membaik, bisnis yang tadinya menurun sekarang sudah membaik. Kami ingin Indonesia kembali kompetitif meski masih banyak hal yang harus dilakukan. Tujuan kami ingin membawa investor masuk ke sini. Atas nama IPA, saya ingin anda bergabung dengan saya. Ada banyak pekerjaan kita saat ini dan event ini bermanfaat untuk Indonesie," ujar Christina saat memberikan keynote speech penutupan IPA Convex 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (18/5).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM), Arcandra Tahar, juga berharap bahwa konvensi yang dilakukan IPA ini akan menjadi momen yang baik untuk memberikan solusi agar reformasi migas untuk menarik investor dan meningkatkan produksi.


IPA: Investasi Hulu Migas Menurun Tajam, Karena....

"Kami sangat ingin kembangkan dan memelihara hubungan timbal balik yang bersifat jangka panjang. Selama tiga hari ini, banyak sekali saran untuk pemerintah dalam hal tata kelola migas yang ada di Indonesia. Tantangan selanjutnya adalah SDA yang ada sekarang ini bisa dikembangkan lagi dan kami ingin ini bisa diterapkan," terang Arcandra.

Pemerintah, lanjut Arcandra, akan bekerja sama dengan pemangku kepentingan untuk kembali membuat bisnis energi menjadi atraktif dan menarik bagi investor. Untuk itu, ia mengatakan bahwa diperlukan keikutsertaan yang aktif bagi perusahaan untuk melakukan kerja sama di bidang teknologi.

"Topik selama bulan-bulan terakhir tema GS, ini bisa kontrol internal cost dan mengurangi APBN untuk menyederhanakan birokrasi. Di ESDM juga sudah dilakukan 142 izin sekarang menjadi 6 izin. Dari kompetisi ini, tentunya akan berkembang di negara menjanjikan. Kami dukung investasi untuk eksplorasi migas," jelas Arcandra.

Arcandra memberikan beberapa hal yang harus dicarikan solusi. Seperti dukungan politik, akomodasi fiskal, maupun dari revisi penyelesaian UU migas baru. Dan, Kementerian ESDM hadir untuk mendukung dan mencapai tujuan bersama.

"Tujuannya untuk menurunkan ketidakpastian investasi. Ini untuk tren bisnis global, investor harus operasikan aspek e-Government. Dan, KESDM ada di sini untuk mendukung investasi yang sangat berguna timbal balik bagi kita. Dengan spirit kuat, kita bisa kerjasama untuk membuat Indonesia jadi negara besar serta bisa mencapai tujuan bersama," pungkas Arcandra.

IPA: Genjot Eksplorasi, Pelaku Migas Butuh Kepastian Fiskal

Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Riana
×
×