logo

HARGA KOMODITAS 24 Mei 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.409
    21
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.398
    1.128
  • Mie Instan
    Mie Instan
    25.375
    23.011
  • Beras
    Beras
    10.595
    113
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.492
    319
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.499
    540
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.724
    132
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.421
    79
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.687
    616
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    31.642
    2.260
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    22.978
    948
  • Cabai
    Cabai
    32.213
    3.304
  • Bawang
    Bawang
    29.970
    8.198
  • Susu
    Susu
    10.417
    7
  • Jagung
    Jagung
    7.094
    89
  • Ikan
    Ikan
    74.538
    517
  • Garam
    Garam
    6.025
    227




Soal Pencalonan, Mungkinkah Nasib PDIP di Jabar Sama Seperti di Jakarta

Koordinator Pemilih Indonesia Jerry Sumampow berbicara soal nasib PDIP dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat (Jabar) 2018 mendatang

19 Mei 2017 18:35 WIB

Gedung DPP PDIP.
Gedung DPP PDIP. JITUNEWS/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Koordinator Pemilih Indonesia Jerry Sumampow berbicara soal nasib PDIP dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat (Jabar) 2018 mendatang. Meski memiliki jumlah kursi DPRD magiritas, rupanya partai banteng terkendala dalam mengusung kadernya.

Kata Pengamat Karir Politik Ahok Tak Akan Tamat, Ini Alasannya

Setidaknya PDIP masih memungkinkan untuk mengusung Riekale Diah Pitaloka ataupun Tubagus Hasanudin. Tapi sejauh ini nama terkuat yang muncul adalah Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi, Deddy Mizwar dan Desy Ratnasari yang kesemuanya buka lah anak ideologi kandang banteng.

Menurut pengamat politik itu, pilkada adalah soal pribadi calon tak ada urusan dengan nama besar partai apalagi kursi parlemen daerah yang dimiliki.


Pencalonannya Sebagai Komisioner Komnas HAM Dikecam Publik, Begini Respon Zainal FPI

"Dalam pilkada orang menjadi faktor dominan. PDIP banyak kursi, tapi kalau tidak ada kader yang bisa dimajukan yah, repot dia (PDIP)," demikian ucap Jerry kepada Jitunews.com, di Jakarta, Jumat (19/5).

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, bisa saja PDIP pada akhirnya kembali menggunakan metode Pilkada DKI di Jawa Barat, yakni mengusung calon yang bukan kader.

"Pola Jakarta bisa saja terjadi di Jabar bagi PDIP yang mendukung bukan kader. Karena kader yang dimiliki tidak mendapat simpati publik. Terpaksa gabung dengan kader lain. Tapi wakilnya mungkin saja dr PDIP," ungkap Jerry melanjutkan.

Sejauh ini pihak PDIP masih adem ayem soal pencalonan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat. Tapi setidaknya, retaknya hubungan Ridwan Kamil dengan Gerindra lantaran menerima dukungan NasDem untuk maju di Pilkada Jabar bisa dimanfaatkan PDIP. Peluang Ridwan Kamil sendiri untuk memenangkan Jabar I sesungguhnya bukanlah sebuah omong kosong. Hanya saja semua tergantung lawan yang akan dihadapi.

Ray Rangkuti Nilai Isu SARA Akan Ramaikan Pilkada Jabar

Penulis : Syukron Fadillah, Aurora Denata
×
×