logo

HARGA KOMODITAS 24 Mei 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.409
    21
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.398
    1.128
  • Mie Instan
    Mie Instan
    25.375
    23.011
  • Beras
    Beras
    10.595
    113
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.492
    319
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.499
    540
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.724
    132
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.421
    79
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.687
    616
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    31.642
    2.260
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    22.978
    948
  • Cabai
    Cabai
    32.213
    3.304
  • Bawang
    Bawang
    29.970
    8.198
  • Susu
    Susu
    10.417
    7
  • Jagung
    Jagung
    7.094
    89
  • Ikan
    Ikan
    74.538
    517
  • Garam
    Garam
    6.025
    227




Fadli Zon Berharap TNI Segera Selidiki Insiden Ledakan Meriam Tempur di Natuna

Insiden meledaknya meriam tempur tipe 80 Giant Bow pelontar peluru kaliber 23 mm buatan Cina saat gladi resik latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Natuna, mengundang keprihatinan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon

19 Mei 2017 18:11 WIB

Ledakaan saat latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Tanjung Datuk Natuna, Rabu (17/5/2017).
Ledakaan saat latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Tanjung Datuk Natuna, Rabu (17/5/2017). Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Insiden meledaknya meriam tempur tipe 80 Giant Bow pelontar peluru kaliber 23 mm buatan Cina saat gladi resik latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) Kostrad, di Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau, mengundang keprihatinan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. 

DPR: Mabes TNI Harus Pastikan Tingkat Safety Peralatan Tempur

“Pertama saya menyampaikan dukacita sedalam-dalamnya kepada keluarga empat prajurit TNI yang wafat kemarin. Semoga diberi ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini. Mereka meninggal sewaktu menjalankan tugas, harus diberi apresiasi dan penghormatan oleh negara. Untuk delapan prajurit lainnya yang harus menjalani perawatan, kita berharap mereka bisa segera pulih.” ujar Fadli Zon saat mengikuti kegiatan Global Legislative Openness Conference di Kiev, Ukraina, Jumat (19/5). 

Dalam kesempatan itu, Fadli berharap TNI segera melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. Alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan peralatan tempur yang disiagakan seharusnya selalu berada dalam kondisi prima, terlebih alutsista ini di wilayah Natuna, daerah yang menempati posisi strategis bagi pertahanan negara, karena berhadapan dengan wilayah konflik Laut Cina Selatan. Sehingga insiden ini mengurangi kredibilitas armada pertahanan Indonesia di mata negara lain.


Presiden Jokowi Ungkapkan Rasa Bangganya terhadap TNI

“Penyelidikan itu harus dilakukan sangat serius, karena insiden itu terjadi persis dua hari sebelum kunjungan Presiden ke Natuna. Ini insiden yang sangat serius," tambahnya.

Kemudian juga perlu untuk segera melakukan evaluasi dan audit alutsista, termasuk mengevaluasi rencana-rencana pengadaan yang sedang berlangsung. Hal ini dikarenakan alutsista seharusnya berasal dari produsen-produsen terbaik dan melalui proses terbuka dan terawasi.

"Sejumlah alutsista yang proses pengadaannya bermasalah bisa melahirkan masalah dan insiden. Pengadaan alutsista bekas juga seharusnya tak boleh ada lagi.Saat ini anggaran pertahanan kita mencapai Rp108 triliun. Meskipun angka itu masih di bawah 1,5 persen PDB (Produk Domestik Bruto), namun itu merupakan anggaran terbesar bidang pertahanan dalam satu dekade terakhir," tuturnya.

Menurutnya dengan anggran terbilang besar tersebut semestinya dengan perencanaan yang baik dan belanja alutsista yang transparan, anggaran itu bisa digunakan untuk memperbaiki sistem alutsista secara bertahap. 

“Insiden itu seharusnya mengingatkan kembali TNI pada khittah sebagai militer profesional. Untuk itu TNI harus melakukan evaluasi,” tutupnya.

LIMA: Pembahasan RUU Pemilu Sebaiknya Jangan Sampai Molor

Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata
×
×