logo





LIMA: Pembahasan RUU Pemilu Sebaiknya Jangan Sampai Molor

Ray Rangkuti mengatakan RUU Pemilu yang saat ini sedang digodok oleh DPR agar jangan diundur-undur mengingat pelaksanaan Pilkada serentak yang semakin dekat

19 Mei 2017 17:31 WIB

Direktut Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti saat menjadi pembicara diskusi publik di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (19/5)
Direktut Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti saat menjadi pembicara diskusi publik di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (19/5) Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Direktut Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti mengatakan Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu yang saat ini sedang digodok oleh DPR agar jangan diundur-undur mengingat pelaksanaan Pilkada serentak yang semakin dekat. 

Viva Yoga: Pemerintah Harus Menjamin Pasokan Pangan Cukup Selama Bulan Ramadhan

"Perlu ditekankan kembali ke DPR untuk memperhatikan jadwal RUU ini, jangan sampai molor," ujarnya saat menjadi pembicara diskusi publik di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (19/5). 

Menurutnya ada keinginan-keinginan berbeda dari partai politik terkait peningkatan batas ambang parlemen atau parliamentary threshold, tentang dana saksi dan penambahan atau pengurangan anggota pemilu justru akan memperlama pembahasan RUU tersebut. 


DPR: Mabes TNI Harus Pastikan Tingkat Safety Peralatan Tempur

"Kalau saya sebetulnya lebih banyak suka-suka dari DPR daripada hitungan urgent atau gak untuk kepentingan warga. Atau tepat tidak tepat untuk seluruh bangunan sistem kita," jelasnya.

Selain itu, Ray juga mempertanyakan adanya sistem pemilu terbuka terbatas, menurutnya kenapa sistem ini harus dibuat oleh DPR.

"Ini lebih banyak aspek soal suka-suka DPR. Terbuka terbatas lucu, ini apa yg mau disampaikan dengan ini, apa yg mau dikuatkan, menguatkan partai tidak, menguatkan pemilih juga tidak," tambahnya. 

Ray menambahkan bahwa sejatinya pembahasan RUU Pemilu secara umum lebih tepat didasarkan pada basis pemilihan yang paling mungkin untuk menjawab tantangan politik.

"Kalau kita definisikan masalah kita sebagai bangsa, kita bisa menjawab permasalahan," tutupnya.

Ray Rangkuti Nilai Isu SARA Akan Ramaikan Pilkada Jabar

Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata