logo





Ketika JK Bicara Soal Ahok dan Islam Moderat

Dalam paparannya, JK menjelaskan bagaimana Islam tumbuh di Indonesia sebagai agama moderat penuh kedamaian.

19 Mei 2017 09:56 WIB

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Jitunews/Latiko A.D

OXFORD, JITUNEWS.COM - Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), hadir sebagai pembicara dalam sebuah kuliah umum yang dilaksanakan di Pusat Studi Kajian Agama Islam di Universitas Oxford, Oxford, Inggris, Kamis (18/5/2017) malam.

Adian ‘Ancam’ JK, Politisi Golkar Ini Geram!

Dalam paparannya, JK menjelaskan bagaimana Islam tumbuh di Indonesia sebagai agama moderat penuh kedamaian yang dibawa masuk oleh Imam Sufi dan para pedagang ke Arab ke Indonesia untuk menyatu dengan kearifan lokal Tanah Air.

"Sekali pun 88 persen rakyat Indonesia beragama Islam, tapi Indonesia bukan negara Islam. Dasar negara kami adalah Pancasila," ujar JK di depan para peserta kuliah umum, seperti dilansir dari Antara, Jumat (19/5).


Berbagi Peran Menjalankan Tugas Kenegaraan Jokowi-JK

Sesaat sebelum kuliah dimulai, seorang warga keturunan Indonesia di Inggris menyampaikan suaranya terkait Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dijatuhi vonis dua tahun penjara atas kasus penistaan agama.

Warga yang diketahui bernama Mariella tersebut menuntut penjelasan JK terhadap kasus yang menimpa mantan bupati Belitung Timur tersebut. Ia mengatakan dirinya tidak nyaman dengan situasi yang tengah terjadi di Tanah Air dan mempertanyakan bentuk Islam moderat seperti apa yang berlaku di Indonesia saat ini.

Kan tetapi, protes yang dilakukan di luar gedung kuliah tersebut diketahui hanya diikuti oleh segelintir orang. 

Angkat Bicara tentang Kasus Ahok

Melalui sesi tanya jawab dalam kuliah umum tersebut, JK menggambarkan sosok gubernur yang memiliki dedikasi tinggi. Akan tetapi, ada satu sisi dalam dirinya yang disebut JK impulsif dan tempramental. JK juga mengatakan hal yang menimpa Ahok saat ini merupakan buah dari kata-katanya sendiri.

"Ia menyerang lawannya menggunakan ayat Quran, yang akhirnya menimbulkan sejumlah protes yang berlangsung damai di Jakarta," ujarnya.

"Anda menghina Raja, Anda akan dipenjara. Sama seperti negara-negara lain. Anda tidak boleh menghina agama. Ahok, menurut pengadilan, setelah enam bulan menggelar perkara, dinyatakan bersalah," ucap JK lagi.

JK juga mengatakan perjalanan kasus Ahok belum selesai, lantaran keputusan akhir masih berada di tangan Mahkamah Agung (MA). "Mahkamah Agung masih harus mempertimbangkan masalah ini segera," katanya.

“Saya Pastikan Hubungan Jokowi dengan JK Baik-baik Saja”

Penulis : Nugrahenny Putri Untari