logo

HARGA KOMODITAS 24 Mei 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.409
    21
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.398
    1.128
  • Mie Instan
    Mie Instan
    25.375
    23.011
  • Beras
    Beras
    10.595
    113
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.492
    319
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.499
    540
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.724
    132
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.421
    79
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.687
    616
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    31.642
    2.260
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    22.978
    948
  • Cabai
    Cabai
    32.213
    3.304
  • Bawang
    Bawang
    29.970
    8.198
  • Susu
    Susu
    10.417
    7
  • Jagung
    Jagung
    7.094
    89
  • Ikan
    Ikan
    74.538
    517
  • Garam
    Garam
    6.025
    227




Dirjen EBTKE Resmi Buka IIGCE 2017

Acara ini merupakan agenda resmi Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) sebagai forum dimana pemangku kepentingan dapat berkumpul bersama pemerintah.

18 Mei 2017 17:31 WIB

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Rida Mulyana resmi membuka IIGCE  di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (18/5).
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Rida Mulyana resmi membuka IIGCE di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (18/5). Jitunews/Garry Talentedo Kesawa

JAKARTA, JITUNEWS.COM Geothermal Community Luncheon telah dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Rida Mulyana, di Hotel Aryaduta, Jakarta, pada hari Kamis, tanggal 18 Mei 2017.

PLN - BP Tangguh Jalin Kontrak Jual Beli Gas Selama 16 Tahun

Acara ini merupakan agenda resmi Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) sebagai forum tempat pemangku kepentingan baik dari kalangan perusahaan pengembang kelistrikan, akademisi, lembaga internasional, maupun perusahaan pendukung industri dapat berkumpul bersama pemerintah. 

"Terima kasih kepada API yang telah melaksanakan kegiatan IIGCE. Acara ini menunjukkan bahwa kegiatan Geothermal masih tetap exist dan tetap berjalan sebagaimana diharapkan oleh pemerintah guna mendukung kebijakan pemerintah dalam penyediaan tenaga listrik dari energi baru terbarukan," ujarnya.


Forum Peduli BUMN: Sengketa Panas Bumi Jadi 'Batu Kerikil' Proyek Listrik Jokowi

Dalam acara IIGCE pada tahun ke-5 ini, API mengusung tema ''Moving forward  under Current Challenges, Obstacles and Oppurtunities toward Achieving Geothermal Development 2025 Target". Tema ini dianggap tepat dengan melihat situasi ekonomi serta kebijakan-kebijakan dan regulasi yang ada saat ini.

"Harus kita lihat bahwa tantangan dan hambatan masih tetap ada dan harus dihadapi oleh para pengembang, sehingga diperlukan pemikiran-pemikiran yang bersifat 'breakthrough' dengan menekan biaya-biaya di semua tahap kegiatan, baik dari survei, eksplorasi, drilling, sampai tahap pembangunan power plant," terangnya.

Hal ini dimaksudkan untuk menghasilkan tarif hang terjangkau oleh pemerintah, dan diperlukan langkah maju ke depan dalam menghadapi tantangan dan hambatan tersebut.

Dengan target 7200 Megawatt (MW) pada tahun 2025 melalui PP 79/2014, dirasa sangat ambisius. Karena hingga kini total kapasitas panas bumi terpasang ialah 1.643,5 MW. Artinya, masih ada kekurangan sebesar -+ 5700 MW yang perlu dikembangkan dalam kurun waktu 10 tahun (-+ 550 MW per tahun).

Meski begitu, kesempatan untuk mengembangkan panas bumi tetap terbuka seluas-luasnya agar target yang dicanangkan pada tahun 2025 dapat tercapai.

"API merupakan mitra kerja pemerintah dalam memberikan masukan-masukan dan kajian ilmiah dalam beberapa hal dengan visi untuk dapat mempercepat pengembangan energi panas bumi di Indonesia. Karena itu, hasil kegiatan IIGCE 2017 nantinya akan menjadi suatu bentuk laporan yang akan disampaikan kepada pemerintah sebagai bentuk masukan," cetus Abadi.

Sebagai informasi, acara the 5th IIGCE 2017 ini akan menghadirkan sejumlah pembicara dari pemerintah seperti Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan; Menteri Keuangan, Sri Mulyani; Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto; dan Supramu Santosa selaku Presiden & CEO Supreme Energy.

Indonesia dan Lithuania Sepakat Dorong Pengembangan EBTKE

Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Ratna Wilandari
×
×