logo





Dirjen EBTKE Resmi Buka IIGCE 2017

Acara ini merupakan agenda resmi Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) sebagai forum dimana pemangku kepentingan dapat berkumpul bersama pemerintah.

18 Mei 2017 17:31 WIB

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Rida Mulyana resmi membuka IIGCE  di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (18/5).
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Rida Mulyana resmi membuka IIGCE di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (18/5). Jitunews/Garry Talentedo Kesawa

JAKARTA, JITUNEWS.COM Geothermal Community Luncheon telah dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Rida Mulyana, di Hotel Aryaduta, Jakarta, pada hari Kamis, tanggal 18 Mei 2017.

PLN - BP Tangguh Jalin Kontrak Jual Beli Gas Selama 16 Tahun

Acara ini merupakan agenda resmi Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) sebagai forum tempat pemangku kepentingan baik dari kalangan perusahaan pengembang kelistrikan, akademisi, lembaga internasional, maupun perusahaan pendukung industri dapat berkumpul bersama pemerintah. 

"Terima kasih kepada API yang telah melaksanakan kegiatan IIGCE. Acara ini menunjukkan bahwa kegiatan Geothermal masih tetap exist dan tetap berjalan sebagaimana diharapkan oleh pemerintah guna mendukung kebijakan pemerintah dalam penyediaan tenaga listrik dari energi baru terbarukan," ujarnya.


Forum Peduli BUMN: Sengketa Panas Bumi Jadi 'Batu Kerikil' Proyek Listrik Jokowi

Dalam acara IIGCE pada tahun ke-5 ini, API mengusung tema ''Moving forward  under Current Challenges, Obstacles and Oppurtunities toward Achieving Geothermal Development 2025 Target". Tema ini dianggap tepat dengan melihat situasi ekonomi serta kebijakan-kebijakan dan regulasi yang ada saat ini.

"Harus kita lihat bahwa tantangan dan hambatan masih tetap ada dan harus dihadapi oleh para pengembang, sehingga diperlukan pemikiran-pemikiran yang bersifat 'breakthrough' dengan menekan biaya-biaya di semua tahap kegiatan, baik dari survei, eksplorasi, drilling, sampai tahap pembangunan power plant," terangnya.

Hal ini dimaksudkan untuk menghasilkan tarif hang terjangkau oleh pemerintah, dan diperlukan langkah maju ke depan dalam menghadapi tantangan dan hambatan tersebut.

Dengan target 7200 Megawatt (MW) pada tahun 2025 melalui PP 79/2014, dirasa sangat ambisius. Karena hingga kini total kapasitas panas bumi terpasang ialah 1.643,5 MW. Artinya, masih ada kekurangan sebesar -+ 5700 MW yang perlu dikembangkan dalam kurun waktu 10 tahun (-+ 550 MW per tahun).

Meski begitu, kesempatan untuk mengembangkan panas bumi tetap terbuka seluas-luasnya agar target yang dicanangkan pada tahun 2025 dapat tercapai.

"API merupakan mitra kerja pemerintah dalam memberikan masukan-masukan dan kajian ilmiah dalam beberapa hal dengan visi untuk dapat mempercepat pengembangan energi panas bumi di Indonesia. Karena itu, hasil kegiatan IIGCE 2017 nantinya akan menjadi suatu bentuk laporan yang akan disampaikan kepada pemerintah sebagai bentuk masukan," cetus Abadi.

Sebagai informasi, acara the 5th IIGCE 2017 ini akan menghadirkan sejumlah pembicara dari pemerintah seperti Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan; Menteri Keuangan, Sri Mulyani; Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto; dan Supramu Santosa selaku Presiden & CEO Supreme Energy.

Indonesia dan Lithuania Sepakat Dorong Pengembangan EBTKE

Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Ratna Wilandari