logo


Income Rp21 Juta/Bulan dari Bisnis Benih Kakap Merah Strain Taiwan

Fakta succes story di Lampung bisa menjadi rujukan bagi kelompok pembudidaya ikan laut untuk varian baru ini.

18 Mei 2017 08:15 WIB

Ikan Kakap Merah Strain Taiwan
Ikan Kakap Merah Strain Taiwan Dok. Humas Djpb

LAMPUNG, JITUNEWS.COM – Kakap merah strain Taiwan (Lutjanus Malabaricus) bisa menjadi primadona budidaya ikan laut dalam waktu dekat, karena memiliki pesona yang varible. Untuk hitung-hitungan keuntungan -- salah seorang pembudidaya bernama Krisna dari Tanjung Putus, Kabupaten Pesawaran, Lampung, mengungkap keberhasilan perbenihan ikan kakap merah strain Taiwan dengan produksi benih rata-rata per siklus (dua bulan, red) sebanyak 12.000 ekor mampu meraup pendapatan setidaknya Rp42 juta per siklus atau Rp21 juta per bulan, dengan harga rata-rata Rp500 per setimeter panjang ikan.

KKP Buka Peluang Investasi Perikanan di Indonesia Timur

Daya tarik lainnya disampaikan Kepala Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung, Mimid Abdul Hamid, bahwa kelebihan ikan kakap merah strain Taiwan pertumbuhannya relatif cepat. Ikan tersebut juga memiliki toleransi tinggi terhadap lingkungan seperti salinitas, suhu dan kekeruhan. Kemudian responsif terhadap pakan buatan. Selain itu juga tahan terhadap penyakit. Tingkat kanibalismenya juga rendah.

Teknik pemeliharaan larva kakap merah mengadopsi teknologi yang digunakan dalam pemeliharaan larva kakap putih dan kerapu. ”Dengan teknik tersebut memberi hasil yang bagus, karena ikan kakap merah strain Taiwan mampu tumbuh sangat cepat dibandingkan dengan kakap putih dan kakap merah jenis lain,” jelas Mimid Abdul Hamid.


KKP Ingatkan Warga Agar Tak Sentuh Bangkai Spesimen Biota Laut yang terdampar di Maluku

Keberhasilan melakukan perekayasaan teknologi perbenihan yang dilakukan BBPBL Lampung secara tidak langsung mendorong tumbuhnya sumber ekonomi baru melalui usaha kecil menengah yang didirikan di masyarakat. Fakta tersebut muncul karena saat ini pertumbuhan hatchery skala rumah tangga (HSRT) untuk memproduksi benih ikan secara massal terus naik.

Mimid Abdul Hamid memaparkan saat ini di Lampung setidaknya terdapat enam HSRT yang sudah mulai memproduksi benih ikan kakap merah strain Taiwan. Masing-masing HSRT mampu melakukan produksi benih dengan rata-rata mencapai 72.000 ekor per tahun dengan ukuran benih panjang tujuh sentimeter. Keberhasilan perbenihan ikan kakap merah strain Taiwan di Lampung akan merangsang para pembenih yang semula tidak produktif.

”Dengan adanya pengenalan ikan jenis baru ini, HSRT yang semula kurang produktif jadi lebih bisa dioptimalkan kembali, apalagi kebutuhan benih saat ini terus meningkat,” papar Krisna.

Data lapangan terkini yang dikatahui Krisna di Lampung saja hingga saat ini setidaknya ada lebih dari 13 kelompok pembudidaya ikan laut yang sudah mulai mengusahakan budidaya ikan kakap merah strain Taiwan. Angka itu diprediksi akan meningkat terus seiring respon masyarakat yang menilai komoditas ini sangat menjanjikan sebagai alternatif usaha baru.

Untuk produksi benih kakap merah strain Taiwan di BBPBL Lampung, Mimid Abdul Hamid menyebutkan saat ini kapasitasnya bisa mencapai minimal 15.000 ekor per bulan. Jumlah tersebut untuk memenuhi permintaan kebutuhan benih di Lampung dan daerah lain yang mulai tertarik seperti Riau, Bali, Situbondo, Kepulauan Seribu dan Maluku.

Ketersediaan benih juga untuk mendukung program revitalisasi keramba jaring apung (KJA) yang saat ini menjadi prioritas KKP dalam mengoptimalkan pemanfaatkan potensi budidaya laut nasional.

Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto, mengatakan pihaknya akan mendorong pengembangan varian jenis komoditas budidaya laut yang berbasis tren permintaan pasar termasuk ikan kakap merah strain Taiwan yang menjadi prioritas yang akan dikembangkan ke depan.

Sementara itu, Direktur Perbenihan Kementerian Kelautan Perikanan, Coco Kokarkin, mengatakan keberhasilan produksi massal benih ikan kakap merah strain Taiwan menjadi capaian yang menggembirakan untuk saat ini.

”Jika jenis ini bisa menarik minat banyak orang, sehingga kebutuhannya meningkat, maka akan dilakukan peningkatan produksi melalui program perbanyak indukan. Ke depa n untuk memenuhi permintaan benih, kita akan dorong perbanyakan induk melalui seleksi individu dengan pengkayaan materi genetic hasil domestikasi,” ujar Coco.

Coco juga menilai komoditas kakap merah strain Taiwan memiliki pangsa pasar yang lebih luas dibandingkan komoditas budidaya laut lainnya, karena dengan perekayasaan teknologi perbenihan ikan kakap merah strain Taiwan yang sudah berhasil dilakukan. Ia optimis kebutuhan benih ikan kakap merah strain Taiwan yang dipridiksi akan terus naik, bisa teratasi.

Inovasi Baru Perikanan Budidaya Indonesia ; Kakap Merah Strain Taiwan

Penulis : Yusran Edo Fauzi,Marselinus Gunas