logo


182 Ton Bawang Putih Ditimbun di Gudang Marunda, Ini Penjelasan Lengkap Polisi

Penimbunan bawang putih dapat berdampak pada melambungnya harga di pasaran dan tidak sesuai dengan harga standart dari pemerintah.

17 Mei 2017 19:42 WIB

Bawang putih.
Bawang putih. Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Aparat kepolisian sukses mengungkap kasus penimbunan bawang putih impor di sebuah gudang, di wilayah Marunda, Jakarta Utara.

Bulog Bakal Tindak Tegas Pedagang yang Jual Bawang Putih Melebihi Rp 38.000/Kg

Untuk diketahui, penimbunan sembako atau bahan pangan dalam tataran kehidupan sehari-hari akan menimbulkan dampak sosial yang sangat berbahaya. Seperti kenaikan harga yang meroket dan tidak sesuai standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Lebih dari 182 ton bawang putih berhasil kita amankan dari gudang itu," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, kepada wartawan, di Marunda, Jakarta Utara, Rabu (17/05).


Polisi Gerebek Gudang Penimbunan Bawang Putih di Cilincing

Gudang itu, menurut Kombes Argo, diketahui milik dari PT TPI. Dan, bawang putih tersebut diimpor oleh dua perusahaan yakni PT NBM dan PT LBU sejak bulan April 2017 lalu.

"Dari hasil penyelidikan bawang putih itu diselundupkan dari Tiongkok dan India, katanya lagi.

Kombes Argo kembali menerangkan, bahwa hasil dari pemeriksaan bawang putih tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen importasi bumbu dapur.

"Dari hasil penyelidikan sementara diduga bahwa bawang putih itu merupakan barang selundupan yang berasal dari negara Tiongkok dan India," terangnya.

Bawang putih tersebut, masih dari penuturan Argo, ternyata tidak didukung dengan dokumen importasi yang lengkap.

"Di TKP kita amankan tiga orang diantaranya pemilik gudang, pemilik bawang putih dan sopir truk," sambungnya.

Pentauan Jitunews.com di lapangan, malam ini polisi sudah membentangkan garis polisi di depan pintu gudang dan kawasan penimbunan bawang tersebut.

Argo kembali menjelaskan, sementara ini dugaan penyidik bahwa si pemilik bawang putih selundupan itu, sengaja menimbun lalu dijual seolah-olah barang legal.

"Penyidik menduga kuat terdapat pelanggaran Pasal 106 jo 24 ayat 1 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Pasal 31 UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan, dalam kasus ini," pungkas ia.

Masih terkait dengan kenaikan harga bawang putih. Diberitakan sebelumnya oleh Jitunews.com dari penuturan Susining, pedagang bawang putih di pasar tradisional Kebayoran Lama, bahwa stok bawang ditimbun oleh oknum pedagang besar bersama oknum pejabat. Sehingga harganya melonjak tajam.

"Stok bawang putih buat Lebaran itu lagi ditimbun buat stok Lebaran. Makanya sekarang mahal," kata Ibu Susining.

Sidak Ke Merunda, Mentan dan Wakapolri Grebek Penimbun Bawang Putih

Penulis : Ferro Maulana, Ratna Wilandari