logo


KKP Ingatkan Warga Agar Tak Sentuh Bangkai Spesimen Biota Laut yang terdampar di Maluku

Ditengarai banyak virus dan bakteri yang terdapat pada bangkai mamalia lau tersebut, sehingga tidak disarankan untuk terlalu dekat.

16 Mei 2017 21:51 WIB

Bangkai Mamalia yang terdampar di Maluku
Bangkai Mamalia yang terdampar di Maluku humas kkp

MALUKU, JITUNEWS.COM – Bangkai hewan yang diduga mamalia laut ditemukan pada hari Selasa, (9/5), terdampar di pesisir pantai Dusun Hulung, Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku.

Atasi Masalah Cantrang, DPR Desak Menteri Susi Lakukan Dialog Dengan Nelayan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengirimkan tim pendahulu dari Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Waiheru Ambon untuk mengumpulkan data di lokasi. Data ini yang selanjutnya menjadi bahan awal identifikasi oleh tim peneliti KKP yang tiba di lokasi hari Jumat, (12/5) dini hari.

“Sebagai langkah cepat, kami menugaskan siswa SUPM Waiheru untuk menuju lokasi. Dengan foto yang dikirim olah para taruna, kami bisa mendapatkan perkiraan awal apa yang terdampar itu”, ujar M. Zulficar Mochtar, Kepala BRSDM KKP seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Selasa(16/5).


KKP Buka Peluang Investasi Perikanan di Indonesia Timur

Tugas dari Taruna SUPM ini selain mendokumentasikan, juga memberikan informasi kepada masyarakat setempat mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan saat berdekatan dengan bangkai ini.

Ditenggarai ada banyak jenis virus dan bakteri yang ditemukan di dalam bangkai, ini berakibat fatal bagi manusia. Menyentuh mamalia laut yang mati sangat tidak disarankan untuk dilakukan oleh perempuan yang sedang hamil, anak - anak atau orang yang sedang mengalami luka di tubuhnya.

Pada kesempatan terpisah, Sheyka Nugrahani Fadela dari komunitas Whale Stranding Indonesia menyampaikan bahwa berdasarkan foto dari lokasi, dapat diduga bahwa bangkai tersebut merupakan keluarga dari paus.

Namun untuk spesies dan genus-nya perlu diidentifikasi di lokasi, walaupun mungkin akan ada kendala kesulitan dikarenakan bangkai sudah busuk dan beberapa penanda seperti bentuk sirip, warna tubuh, sulit untuk dikenali.

Penemuan bangkai ini lazim ditemui, Sheyka juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak menyentuh bangkai yang banyak kumannya itu. Kedua, hubungi otoritas setempat (unit pelaksana teknis KKP, atau pihak berwenang lainnya). Sementara untuk bantuan dokumentasi, diharapkan otoritas atau warga juga bisa mulai mengumpulkan informasi, seperti dalam bentuk foto, lokasi, kondisi cuaca beberapa hari terakhir, ukuran bangkai.

KKP Identifikasi Spesimen Biota Laut yang terdampar di Maluku

Penulis : Siprianus Jewarut, Ratna Wilandari