logo


Dirjen PKH Kementan Sebut Tingginya Harga Pakan Jadi Kendala Bagi Peternak Mandiri

“Kalau harga pakannya kita tekan, maka akan berdampak pula pada harga jual daging dan telur di pasar,”ujar Dirjen PKH Kementan.

16 Mei 2017 18:19 WIB

Ilustrasi, peternak ayam.
Ilustrasi, peternak ayam. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Pakan Dirjen PKH Kementan Sri Widayati mengatakan bahwa masalah yang masih sering dihadapi oleh para peternak mandiri di lapangan adalah terkait dengan harga dan ketersediaan pakan.

Hindari Pemotongan Sapi dan Kerbau Ruminansia Betina Produktif, Kementan Gencar Lakukan Sosialisasi

Tingginya harga pakan menjadi persoalan tersendiri bagi peternak mandiri untuk mengembangkan usaha peternakannya.

“Tingginya harga pakan juga berdampak pada soal harga telur dan daging ayam di tingkat konsumen. Karena bagaimana pun semuanya akan saling berkaitan,” demikian kata Direktur Pakan Dirjen PKH Kementan, Sri Widayati di kantor Bulog, selasa(16/5).


Polri Siap Tindak Pelaku Pemotongan Ternak Ruminansia Betina Produktif

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa permasalahan lain yang saat ini juga sering kali terjadi di sektor peternakan adalah terkait kondisi harga daging dan telur yang seringkali mengalami fluktuasi harga, sementara biaya produksi atau harga pokok produksi (HPP) relatif tetap bahkan cenderung terus meningkat sepanjang tahun.

“Biaya produksi yang paling tinggi adalah pembelian pakan mencapai 70 persen dari total biaya produksi, sementara komposisi jagung dalam pakan ternak adalah sebesar 55 persen,”jelasnya.

Sri Widayati berharap dengan masuknya Bulog pada sektor pakan ternak, memberikan angin segar bagi para peternak mandiri terutama dalam memperoleh pakan ternak dengan harga yang terjangkau.

“Kalau harga pakannya kita tekan, maka akan berdampak pula pada harga jual daging dan telur di pasar,”tukasnya.

Bulog Galakan Pilot Project Pengolahan Jagung Menjadi Pakan Ternak

Penulis : Siprianus Jewarut, Ratna Wilandari
×
×