logo


Bulog Galakan Pilot Project Pengolahan Jagung Menjadi Pakan Ternak

Hingga saat ini perum Bulog terus mengupayakan sejumlah langkah strategis guna menjaga ketersediaan pakan ternak yang murah dan terjangkau oleh UMKM

16 Mei 2017 17:37 WIB

Direktur Komersial Perum Bulog, Febriyanto.
Direktur Komersial Perum Bulog, Febriyanto. Jitunews/Siprianus Jewarut

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Direktur Komersial Perum Bulog, Febriyanto mengatakan bahwa langkah perum Bulog untuk masuk dalam industri pengolahan yang bekerjasama dengan sejumlah perusahaan lain merupakan langkah untuk membantu UMKM dalam menyediakan bahan pakan yang murah dan mampu menekan harga hasil produksi peternakan.

DPR Sebut Pemerintah Miskinkan Nelayan

“Permasalah yang dihadapi oleh peternak UMKM adalah tidak memiliki sarana penyimpanan dan pengolahan jagung yang memadai, sehingga lebih memilih membeli pakan hasil olahan pabrik,” ujar Febriyanto di Kantor Bulog, Jakarta, Selasa(16/5).

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa selain itu peternak UMKM juga memiliki keterbatasan dana untuk melakukan pembelian jagung milik perum Bulog secara tunai dan lebih banyak menggunakan jagung sebagai bahan tambahan konsentrat.


Ikappi: Ketersediaan Pasokan Kunci Stabilnya Harga Pangan

Ia menegaskan untuk mencapai tugas penyediaan pakan bagi peternak UMKM dan membantu dalam memberikan solusi atas masalah kebutuhan pakan ternak di tingkat UMKM, maka perum Bulog berinisiatif masuk karena pengolahan jagung menjadi pakan dengan memasuki industri pakan.

Langkah ini diambil oleh pihak Bulog mengacu pada PP No.13 tahun 2016 pasal 3 ayat (3) poin F tentang pengembangan industri berbasis pangan lainnya(selain beras) dan juga Perpres No.48 tahun 2016 pasal 3 ayat (1) poin E tentang pengembangan industri berbasis pangan.

Dalam merealisasikan hal tersebut pihak Bulog bekerjasama dengan pihak ketiga yaitu CV. Cipta Cahaya Perwiratama(CV. CCP) untuk melaksanakan Pilot Project kerjasama pengolahan jagung menjadi pakan ternak di pabrik pakan yang seluruh hasilnya akan menjadi stok Bulog dan akan segera melakukan penjualan kepada para peternak mandiri atau UMKM.

“Tujuan yang diharapkan adalah mengupayakan alternatif pengolahan jagung menjadi produk pakan sehingga peternak dapat menurunkan biaya produksi,”katanya.

Ia juga berharap dengan adanya Pilot Project ini penyediaan jagung dan pakan ternak dapat memberikan nilai manfaat yang optimal bagi peternak UMKM serta membantu terciptanya kestabilan harga daging dan telur ayam di tingkat konsumen.

Jaga Stabilitas Harga Pangan, KPPU Minta Pedagang untuk Berperilaku Dagang yang Jujur

Penulis : Siprianus Jewarut, Ratna Wilandari
×
×