logo

HARGA KOMODITAS 24 Mei 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.409
    21
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.398
    1.128
  • Mie Instan
    Mie Instan
    25.375
    23.011
  • Beras
    Beras
    10.595
    113
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.492
    319
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.499
    540
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.724
    132
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.421
    79
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.687
    616
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    31.642
    2.260
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    22.978
    948
  • Cabai
    Cabai
    32.213
    3.304
  • Bawang
    Bawang
    29.970
    8.198
  • Susu
    Susu
    10.417
    7
  • Jagung
    Jagung
    7.094
    89
  • Ikan
    Ikan
    74.538
    517
  • Garam
    Garam
    6.025
    227




KKP Buka Peluang Investasi Perikanan di Indonesia Timur

Kurangnya ketersediaan energi listrik di Indonesia Timur menjadi salah satu pemicu lesunya investasi perikanan di wilayah tersebut.

16 Mei 2017 13:34 WIB

Ikan hasil tangkapan nelayan.
Ikan hasil tangkapan nelayan. Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Nilanto Perbowo, mengatakan bahwa pihaknya akan membuka peluang investasi yang besar di Indonesia Timur. Pasalnya, tingginya potensi laut yang ada tidak diimbangi dengan pengembangan investasi.

Tidak Ada Diskriminasi bagi Penerima Bantuan Perikanan Budidaya

"Kita buka peluang investasi di laut Indonesia Timur, karena sampai saat ini pemanfaatan sumber daya laut di Indonesia Timur masih belum maksimal," ujar Nilanto Perbowo di kantor KKP, Senin (15/5).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pada saat ini pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong laju investasi sektor perikanan di wilayah Indonesia Timur.


Atasi Masalah Cantrang, DPR Desak Menteri Susi Lakukan Dialog Dengan Nelayan

Namun pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan bahwa ada beberapa persoalan besar mengapa industri perikanan kurang bergairah di wilayah Timur.

Ia menjelaskan bahwa terbatasnya tenaga listrik adalah salah satu di antaranya. Menurutnya, terbatasnya tenaga listrik memicu pembangunan sarana dan prasarana berupa sistem rantai dingin kurang berjalan lancar.

"Sistem rantai dingin itu kan membutuhkan listrik untuk menggerakannya. Jika itu tidak tersedia maka ikan-ikan hasil tangkapan tidak bisa disimpan dalam waktu cukup lama," jelasnya.

Ia mengatakan bahwa ke depan pihaknya akan mendorong agar pembangunan listrik bisa dilakukan dan sistem rantai dingin bisa diadakan.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa terkait penyediaan listrik, KKP telah meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memasukkan dalam program pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35.000 MW. Nantinya KKP menentukan koordinat-koordinat yang bakal dibangun industri perikanannya, sehingga penyediaan listrik ke wilayah itu menjadi prioritas.

DPR: Pemerintah Harus Pro kepada Nelayan, Bukan pada Kepentingan Tertentu

Penulis : Siprianus Jewarut, Ratna Wilandari
×
×