logo

HARGA KOMODITAS 24 Mei 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.409
    21
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.398
    1.128
  • Mie Instan
    Mie Instan
    25.375
    23.011
  • Beras
    Beras
    10.595
    113
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.492
    319
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.499
    540
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.724
    132
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.421
    79
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.687
    616
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    31.642
    2.260
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    22.978
    948
  • Cabai
    Cabai
    32.213
    3.304
  • Bawang
    Bawang
    29.970
    8.198
  • Susu
    Susu
    10.417
    7
  • Jagung
    Jagung
    7.094
    89
  • Ikan
    Ikan
    74.538
    517
  • Garam
    Garam
    6.025
    227




DPR Sebut Pemerintah Miskinkan Nelayan

Nihayah menemukan banyaknya keluhan nelayan terkait pengurusan asuransi nelayan yang juga sangat birokratis dan tidak efektif.

13 Mei 2017 18:05 WIB

Anggota DPR RI Komisi IX, Nihayatul Wafiroh, melakukan kunjungan dan diskusi dengan nelayan di Pelabuhan Muncar di Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (13/5).
Anggota DPR RI Komisi IX, Nihayatul Wafiroh, melakukan kunjungan dan diskusi dengan nelayan di Pelabuhan Muncar di Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (13/5). Ist

BANYUWANGI, JITUNEWS.COM - Nelayan Indonesia sedang dirundung pilu, tidak hanya karena perubahan iklim berpengaruh pada hasil tangkapan ikan, tapi yang lebih memilukan adalah peraturan pemerintah yang tidak mencarikan jalan keluar, justru malah menambah beban baru bagi nelayan.

Bila Nelayan Tak Dilindungi, Kiara: Terbentuknya Poros Maritim Tidak Bermanfaat

"Proses perizinan kapal nelayan sangat memakan waktu bahkan biaya, itu yang bikin nelayan geram," ungkap Anggota DPR RI Komisi IX, Nihayatul Wafiroh, usai mengunjungi dan berdiskusi dengan nelayan di Pelabuhan Muncar di Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (13/5).

Menurut informasi dari beberapa nelayan, surat izin operasi kapal nelayan yang sebelumnya bisa diurus dalam waktu tiga minggu, sekarang bisa mencapai sembilan bulan bahkan lebih. Begitu surat terbit langsung harus membayar pajak satu tahun tetapi izin hanya tinggal dua bulan karena sepuluh bulan waktu pengurusan di mana kapal tidak beroperasi dianggap sudah jalan.


Nelayan, Pembudidaya, dan Petambak Garam Harus Dipayungi Hukum

"Saya meminta kepada pemerintah agar mengevaluasi kembali implementasi kebijakan tersebut, pemerintah harus memotong birokrasi yang rumit dan memakan waktu sehingga nelayan tidak menunggu waktu lama untuk mencari makan," sambung Nihayah.

Dalam diskusi informal tersebut, Nihayah juga menemukan banyaknya keluhan nelayan terkait pengurusan asuransi nelayan yang juga sangat birokratis dan tidak efektif.

"Jika pemerintah mempunyai itikad baik bagi nelayan, saatnya pemerintah pro-aktif dan jemput bola, datang langsung ke tempat-tempat nelayan, pangkas birokrasi dan jika perlu urus di tempat untuk pembuatan kartu nelayan dan kartu asuransi atau BPJS Ketenagakerjaan," tegas Nihayah menanggapi temuan nelayan terkait sulitnya pengurusan kartu nelayan yang merupakan syarat mendapatkan bantuan maupun asuransi.

Dari banyaknya keluhan disampaikan para nelayan, Nihayah yang juga sebagai tim advokasi DPP PKB menegaskan bahwa PKB berkomitmen untuk terus membela kepentingan-kepentingan nelayan.

"Saat ini saat yang tepat mengevaluasi kinerja pemerintah termasuk dalam pembuatan dan implementasi peraturan-peraturan pemerintah, PKB tidak bersikap reaksioner, PKB mengkritik berdasarkan temuan lapangan setelah peraturan diterapkan," tegas Nihayah.

"Sebaik apapun peraturan kalau tidak dibarengi dengan sensitivitas kemanusiaan, maka ia akan sia-sia," tutup Nihayah.

 

Perda Perlindungan Nelayan Bakal Dibuat, Inilah Alasannya

Penulis : Riana
×
×