logo


Menguak Potensi Padi Gogo di Gelaran PENAS XV 2017

Gelar Teknologi PENAS di Aceh, juga menampilkan inovasi untuk sawah Irigasi dengan sistem Jarwo Super .

5 Mei 2017 15:42 WIB

Tanaman padi.
Tanaman padi. dok. Jitunews

BANDA ACEH, JITUNEWS.COM - Gelar teknologi dan temu teknologi pada PENAS XV 2017 mengangkat tema teknologi pertanian lahan kering berbasis bioindustri untuk kemandirian pangan dan energi bagi kesejahteraan petani. Gelar teknologi ini dipusatkan di sekitar Stadion Harapan Bangsa Kabupaten Aceh Besar.

Konsumsi Serangga Bisa Bantu Masalah Pertanian Global, Benarkan?

Pada kegiatan tersebut, padi gogo akan ditampilkan dalam kegiatan PENAS. Aceh merupakan suatu model pengembangan padi gogo hasil maksimal melalui penerapan berbagai inovasi teknologi yang dihasilkan Balitbangtan dalam mendukung peningkatan produksi padi nasional berpotensi hasil tinggi yang mempunyai tujuan membuat model optimasi sistem produksi padi di lahan kering untuk mendukung peningkatan produksi nasional.

Menurut Kepala Balai Besar Padi Kementerian Pertanian, Ismail Wahab, lahan sub optimal memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan menjadi lahan pertanian dan Balitbangtan telah menyiapkan teknologi untuk mendukung hal itu. “Lahan sub optimal memberikan peluang untuk dimaksimalkan dengan menerapkan inovasi teknologi Balitbangtan. Salah satunya adalah penataan tata air mikro dan pemilihan varietas unggul baru padi yang mempunyai sifat amfibi” ujarnya, Jumat(5/5).


Harga Bawang Putih Melonjak, Pengamat: Pemerintah Atur Proses Impor Bawang Putih

Materi yang digelar meliputi beberapa varietas unggul baru (VUB) padi gogo dan berbagai komponen teknologi budidaya yang dirancang secara optimal untuk mendapatkan hasil tinggi. Di lain pihak, untuk mencetak sawah baru diperlukan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, pemanfaatan lahan kering untuk padi gogo merupakan pilihan tepat untuk mengamankan produksi beras nasional.

Dalam kegiatan gelar teknologi padi gogo di kegiatan PENAS dibuat model percontohan seluas 2.500 m2. Varietas yang ditanam meliputi Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, dan Inpago 11 Agritan dengan sistem tanam jajar legowo.

Lebih lanjut Ismail Wahab mengatakan bahwa salah satu komponen untuk mencapai produksi padi yang optimum adalah penggunaan varietas unggul. “Badan Litbang Pertanian sudah banyak melepas varietas unggul padi gogo dengan berbagai sifat keunggulan. Varietas unggul tersebut dapat ditanam pada sistem monokultur maupun tumpang sari dengan intensitas naungan maksimum 50%” katanya.

Dalam kegiatan Gelar Teknologi PENAS di Aceh ditampilkan juga inovasi untuk sawah irigasi dengan Sistem Jarwo Super dengan menanam Varietas Unggul Padi seperti Inpari 30 Ciherang Sub 1, Inpari 32 HDB, dan Inpari 33 seluas 5.000 m2. Gelaran PENAS XV Aceh akan berlangsung selama 1 minggu yang dimulai tanggal 6 hingga 11 Mei 2017.

Satgas Jaga Harga Pangan akan Berjalan, Jika Pasokan Aman

Penulis : Siprianus Jewarut, Ratna Wilandari