logo





Konsumsi Serangga Bisa Bantu Masalah Pertanian Global, Benarkan?

Mengganti daging sapi, domba dan ayam dengan makanan olahan serangga ternyata dapat membebaskan lahan pertanian dunia sebesar 1680 juta hektar lahan.

5 Mei 2017 10:11 WIB

Ilustrasi, hama serangga pada tanaman padi.
Ilustrasi, hama serangga pada tanaman padi. Thinkstock

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Sebuah fakta menarik menyebutkan bahwa mengganti setengah dari daging konvensional (daging sapi, kambing, domba, dll) yang selama ini dikonsumsi manusia di seluruh dunia dengan makanan berprotein seperti, jangkrik atau cacing akan mengurangi penggunaan lahan pertanian hingga sepertiga sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca.

Asiknya Melatih Keseimbangan di Atas Seutas Tali Bersama Komunitas Slackline Maniak

Tak hanya itu, dengan mengonsumsi serangga akan membawa manfaat bagi kelangsungan bumi. Pertanyaannya mengapa demikian?

Dengan menggunakan data yang dikumpulkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, ilmuwan membandingkan dampak lingkungan dari produksi daging konvensional dengan sumber makanan alternatif.


Telinga Gatal, Hati-hati bisa Jadi Karena Sakit ini....

Studi yang dilakukan oleh ilmuwan dari Universitas Edinburgh dan Komunitas Petani (Peternak) Skotlandia membandingkan produk hewan (daging konvensional) saat ini yang sering dimakan manusia diganti dengan serangga atau makanan olahan (terbuat dari kedelai seperti, tahu, red).

Ilmuwan menyimpulkan bahwa makanan dari serangga dan makanan olahan justru membutuhkan sedikit lahan dan energi. Sedangkan, menurut tim ilmuwan, daging sapi sejauh ini membutuhkan banyak energi dalam proses produksinya.

Selanjutnya, tim ilmuwan kembali menyatakan, dengan mengurangi setengah konsumsi global produk hewani dengan memakan lebih banyak serangga atau makanan olahan justru akan 'membebaskan' 1680 juta hektar lahan (setara dengan 70 kali wilayah Inggris).

Penghematan lahan serupa juga bisa dilakukan dengan beralih terhadap campuran produk hewani (berasal dari daging) saat ini ke makanan yang lebih tinggi gizinya seperti ayam dan telur.

"Mengganti daging sapi dengan ayam dan mengenalkan serangga lebih umum ke dalam makanan, akan membantu mencapai penghematan lahan dan sistem pangan yang lebih berkelanjutan," jelas Dr Peter Alexander, dari University of Edinburgh's School of GeoSciences dan Scotland's College

Sementara itu, Profesor Dominic Moran, dari University of York dan Scotland's Rural College, memaparkan, "Tantangan lingkungan yang dihadapi industri pertanian global semakin meningkat. Jurnal ilmiah ini mempelajari beberapa makanan alternatif yang dapat kita perkenalkan ke dalam makanan kita untuk mengurangi beberapa permasalahan selama ini,".

Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Global Food Security.

Bahaya! Pakai HP Berlebihan Dapat Sebabkan Penyakit Mematikan

Penulis : Ferro Maulana, Ratna Wilandari