logo


Bahaya Tidur Mendengkur

Mendengkur memicu sejumlah penyakit berbahaya, seperti hipertensi, stroke dan jantung. Waspada!

22 April 2017 09:52 WIB

Ilustrasi tidur mendengkur
Ilustrasi tidur mendengkur Home Remedy and Natural Cures

AUSTRALIA, JITUNEWS.COM – Kebiasaan mendengkur tidak boleh dipandang remeh. Orang berkebiasaan mendengkur di tidurnya dalam stilah kedokteran disebut “sleep apnoea” -- akibat penyempitan saluran pernafasan. Dalam kondisi tertentu, gangguan ini dapat berakibat kematian. 

Michelle Ziudith Anggap Tidur Sebagai Yoga Terbaik

Dr. Peter Cistulli, pakar gangguan tidur dari Rumah Sakit St George Sidney Australia, mengatakan, penyempitan saluran pernafasan mengakibatkan suplai oksigen ke seluruh tubuh terhambat. 

Bahayanya, pada tingkat tertentu bisa membuat pernafasan terhenti (obstructive sleep apnoea). Kondisi ini bisa terjadi berulang kali dengan durasi sekitar 10 - 60 detik. 


Tidur Terlalu Lama? Waspada Diabetes

”Dalam semalam orang yang mendengkur bisa berhenti bernafas sesaat sebanyak 300 kali,” kata Cistulli. 

Minim suplai oksigen membuat seluruh organ tubuh termasuk jantung dan otak menjadi bekerja keras menjalankan fungsinya. Itulah mengapa mendengkur dalam jangka panjang bisa mengakibatkan berbagai penyakit berbahaya seperti hipertensi, stroke dan jantung. Kadar oksigen yang fluktuatif dapat merusak lapisan sel dalam pembuluh darah.  

Perlu diwaspadai, ketika suara dengkuran terdengar semakin keras, tiba-tiba berhenti yang disusul hentakan nafas. Kondisi itu memicu organ tubuh terutama jantung jadi bekerja lebih keras untuk memasok oksigen. 

”Dan saat terbangun biasanya akan merasa sakit kepala dan linglung,” jelas Cistulli. 

Jam Tidur Kacau? Bisa Jadi Anda Butuh Kemah Akhir Pekan

Penulis : Yusran Edo Fauzi, Riana