logo

HARGA KOMODITAS 28 April 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.305
    83
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.226
    956
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.381
    17
  • Beras
    Beras
    10.579
    129
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.620
    191
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.469
    570
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.800
    56
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.842
    342
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    115.104
    199
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    30.052
    670
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.804
    226
  • Cabai
    Cabai
    30.598
    4.919
  • Bawang
    Bawang
    32.862
    5.306
  • Susu
    Susu
    10.394
    30
  • Jagung
    Jagung
    7.062
    57
  • Ikan
    Ikan
    74.359
    338
  • Garam
    Garam
    5.916
    118




Pengamat: Selamat Buat Pak Ahok! Bukan Soal Kalah Atau Menang, Tapi…

Yudi memberikan apresiasi kepada Ahok dalam memperjuangkan kesetaraan hak-hak sipil.

22 April 2017 07:15 WIB

Pengamat politik, Yudi Latief
Pengamat politik, Yudi Latief kompas

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pengamat politik, Yudi Latief, turut angkat suara terkait kekalahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat dalam kontestasi Pilkada Jakarta, 19 April 2017 lalu.

'We Love You', Begitulah Tulisan Karangan Bunga di Balai Kota untuk Ahok

Lewat akun Facebook-nya, Yudi pun lantas memberikan apresiasi kepada Ahok dalam memperjuangkan kesetaraan hak-hak sipil.

Yudi pun menuturkan, sejatinya, pertarungan Pilkada DKI Jakarta bukan terletak pada menang atau pun kalah, namun pada keberaniannya dalam memperjuangkan hak dan warga negara tanpa diskriminasi.


Anak Ini Nyanyikan Lagu untuk Ahok; "Jangan Pernah Menyerah"

"Anda akan tercatat dalam sejarah sebagai pejuang kesetaraan hak-hak sipil meski harus menghadapi arus besar gelombang prasangka dan kebencian," tulis Yudi..

Berikut catatan Yudi Latief di akun Facebook-nya tersebut:

Selamat buat Pak Ahok! Bukan soal kalah atau menang, tapi soal keberanian memperjuangkan hak warga negara tanpa diskriminasi. Anda akan tercatat dalam sejarah sebagai pejuang kesetaraan hak-hak sipil meski harus menghadapi arus besar gelombang prasangka dan kebencian.

Tapi ingat, diperlukan waktu puluhan tahun sejak Martin Luther King Jr. memperjuangkan "I have a dream" hingga seorang keturanan kulit hitam, Obama, bisa terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat. Tanpa "kegilaan" kepahlawanan meluaskan frontier penerimaan terhadap perbedaan, mimpi Indonesia sebagai negara semua buat semua tidak punya langkah rintisan. Ribuan kilometer perjalanan harus dimulai dari langkah pertama.

Seperti Muhammad Ali. Mulutmu besar, namun sepadan dengan kerja keras dan prestasimu sebagai gubernur, yang meninggalkan jejak raksasa bagi penataan ibu kota.

Semoga segala ujian dan cobaan yang dialami memberi bekal pelajaran untuk pengabdian lain yang menanti dengan kepakan sayapnya.

Doa dan salam bangga, Yudi Latif

Beredar Rumor Ahok Bakal Jadi Mendagri, Yusril: Dagelan Belaka

Penulis : Riana
×
×