logo


Fokus Pelestarian Lingkungan, KKP-WWF Dorong Budidaya Berbasis Ekosistem

Perikanan budidaya sebagai sektor yang berbasis SDA akan diarahkan pemanfaatannya secara bertanggung jawab dan berkelanjutan

21 April 2017 16:32 WIB

Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto, dalam workshop “Ecosystem Approach to Aquaculture (EAA) III”.
Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto, dalam workshop “Ecosystem Approach to Aquaculture (EAA) III”. Dok. Humas Dpjb

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Isu lingkungan saat ini telah menjadi perhatian masyarakat global di berbagai negara di dunia. Fenomena penurunan daya dukung lingkungan akibat pengelolaan yang tidak terkendali justru akan mengancam eksistensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada. Oleh karena itu, menjadikan aspek lingkungan merupakan pertimbangan utama dalam pengelolaan dan pemanfaatan SDA tersebut.

Susi: Jangan Ekspor Semua

Perikanan budidaya sebagai sektor yang berbasis SDA akan diarahkan pemanfaatannya secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, mengungkapkan hal tersebut saat membuka workshop “Ecosystem Approach to Aquaculture (EAA) III” di Gedung KKP, Kamis (20/4).

Slamet mengungkapkan saat ini KKP bekerjasama dengan WWF (World Wildlife Foundation) Indonesia dan telah merancang Pedoman yang bersisi tentang pendekatan pengelolaan perikanan budidaya berbasis ekosistem. Langkah ini menurutnya, sebagai upaya dalam mengimplementasikan pola pengelolaan budidaya yang bertanggung jawab sebagaimana mandat dalam FAO- Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF).


Pengadaan Kapal dan Alat Penangkap Ikan KKP, Dilakukan Melalui Pelelangan dan e-Katalog

Ditambahkan Slamet, EAA memberikan acuan bagi para pelaku usaha bagaimana melakukan pengelolaan usaha budidaya yang mempertimbangkan keseimbangan antara aspek ekologi, sosial, dan ekonomi.

“Pedoman EAA ini dapat menjadi alat dalam memberikan arahan pengelolaan agar dapat dilakukan secara terpadu dengan mempertimbangkan berbagai kepentingan,” pungkas Slamet.

Hal senada juga disampaikan Wawan Ridwan, Ditrektur CTI-WWF Indonesia, bahwa EAA merupakan bentuk perhatian bersama dalam menjamin keberlanjutan SDA dan lingkungan.

“Kedepan harapannya pedoman EAA ini, akan dijadikan produk hukum KKP, sehingga akan menjadi acuan formal bagi semua pelaku usaha budidaya dalam melakukan pengelolaan budidaya secara bertanggung jawab,” jelas Wawan.

Pedoman EAA ini berisi berbagai indikator penilaian yang telah mengakomodasi berbagai aspek utama yaitu ekologi, sosial, dan ekonomi. Suatu kawasan pengembangan budidaya dikatakan baik jika telah memenuhi kriteria dalam indikator EAA. Bulan September tahun lalu telah dilakukan uji lapang penerapan penilaian indikator yaitu di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat dan Provinsi Lampung.

Penerapan EAA akan sangat sejalan dengan fokus kebijakan KKP, sebagaimana diketahui, Menteri Susi Pudjiastuti saat ini tengah konsen pada upaya-upaya pelestarian lingkungan, hal ini bisa terlihat dari berbagai kebijakan pola pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.

KKP Sebut Penambahan Armada, Respon Cepat KKP Menjawab Kebutuhan Nelayan

Penulis : Aurora Denata
×
×