logo





Kemendag Sebut Kebijakan Penetapan Harga Eceran Guna Menjaga Harga Pangan

"Untuk stok beras aman, bahkan kekurangan gudang, saya sekarang malah berani menawarkan ke negara tetangga untuk impor beras dari kita," jelas Mendag.

21 April 2017 13:15 WIB

Penjual gula pasir.
Penjual gula pasir. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, mengatakan bahwa penetapan harga eceran sejumlah komoditas pangan bertujuan untuk menjaga harga pangan.

Mendag Ajak CEO Sawit Berkomitmen Jaga Stok dan HET Minyak Goreng

Sampai saat ini Mendag telah menetapkan harga eceran terendah dan harga eceran tertinggi untuk beberapa komoditas yang dianggap selama ini bergejolak selama ramadhan dan Idul Fitri.

"Gula, HET (Harga Eceran Tertinggi) gula Rp 12.500 per kg. Jika ada yang menjual lebih (harganya), laporkan. Seluruh distributor dan agen wajib terdaftar dan melaporkan stoknya, jangan pernah melakukan penimbunan. Minyak goreng kemasan sederhana Rp 11.000 per kg di pasar ritel. Daging beku maks Rp 80.000 per kg," demikian kata Mendag Enggar seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Jumat (21/4).


Mendag Sebut Stok Beras di Gudang Bulog Cukup

Enggar mengakui stok komoditas pangan mencukupi dan aman khususnya beras bahkan cenderung kekurangan gudang untuk menampungnya.

"Untuk stok beras aman, bahkan kekurangan gudang, saya sekarang malah berani menawarkan ke negara tetangga untuk impor beras dari kita," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa dengan banyaknya ketersediaan stok pangan saat ini, maka dirinya optimis bahwa harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) puasa dan Idul Fitri akan tetap stabil.

Harkonas 2017, Mendag: Konsumen Cerdas Pacu Peningkatan Daya Saing Produk Nasional

Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah