logo





KKP Sebut Penambahan Armada, Respon Cepat KKP Menjawab Kebutuhan Nelayan

Sjarief Widjaja mengatakan bahwa upaya penambahan kapal perikanan saat ini merupakan respon cepat pemerintah akan kebutuhan nelayan kecil dalam melakukan proses penangkapan ikan

21 April 2017 11:31 WIB

Sjarief Widjaja.
Sjarief Widjaja. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT), Sjarief Widjaja mengatakan bahwa upaya penambahan kapal perikanan saat ini merupakan respon cepat pemerintah akan kebutuhan nelayan kecil dalam melakukan proses penangkapan ikan. Maka menurutnya dalam menentukan kapal tersebut perlu juga mempertimbangkan jenis kapal yang cocok bagi nelayan.

Susi Setuju dengan Presiden Jokowi

“Kita harus pertimbangkan jenis kapal yang cocok untuk mereka. Oleh karena itu, kita undang mereka datang untuk uji coba, dilihat dulu. Coba dulu baru beli. Mereka harus cek semua dulu, setelah rapi, baru kita mengadakan,” demikian kata Sjarief Widjaja seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Jumat (21/4).

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa KKP pada saat ini tidak hanya fokus pada pengadaan fisik kapal-nya saja tetapi sekaligus mempersiapkan kapasitas nelayannya serta permodalan dengan melibatkan lembaga permodalan maupun mitra strategis lainnya agar bantuan kapal yang diberikan benar-benar bermanfaat, tepat guna dan tepat sasaran.


Susi: Jangan Ekspor Semua

“Kita sudah lakukan identifikasi spesifikasi desain kapal berdasarkan karakteristik perairan, kearifan lokal dan kebutuhan nelayan calon penerima bantuan. Bahkan uji coba prototype yang sesuai dengan kebutuhan nelayan juga sudah dilakukan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap beberapa waktu lalu. Banyak nelayan yang hadir, dari Pangandaran, Garut, Tasikmalaya, Sukabumi, nelayan pesisir barat dan Maluku,” papar Sjarief.

Calon penerima bantuan juga turut terlibat dalam proses pengadaan bantuan sarana penangkapan ikan ini. Mulai saat perencanaan, pembangunan dan pengawasan pembangunan hingga mendatangkan calon penerima ke galangan kapal untuk menentukan langsung kapal bantuan.

“Sasarannya agar ketika kapal diserahkan, mereka juga sudah siap melaut. Untuk itu, kita juga beri bantuan perizinan. Kita secara parallel juga bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk membantu supaya perizinan bisa turun saat kapal diserahkan. Belajar dari pengalaman itu, maka saya sampaikan bahwa pengadaan kapal bukan sekadar membeli kapal dan menyerahkan, tetapi kami ingin meyakinkan bahwa kapal-kapal yang kita adakan ini betul-betul bisa dimanfaatkan secara langsung oleh para nelayan, dan di saat yang sama mereka bisa menikmati hasil produksi ikan yang melimpah,” kata Sjarief.

Sjarief menyebutkan, dalam waktu dekat, akan digelar rapat pleno yang melibatkan seluruh stakeholder dari penyedia bahan pembuatan kapal, galangan, penyedia mesin, pemerintah daerah serta perbankan agar terjadi sinergitas sehingga setelah pertengahan tahun semua bantuan telah selesai, bantuan tersebut dapat segera terdistribusi ke nelayan.

“Kita masih punya waktu karena kapal-kapal ini bukan kapal-kapal besar. Mereka bisa diselesaikan dalam 2-3 bulan. Saya berharap kalau 1 Mei kita kita kontrak, maka Agustus sudah bisa diserahkan. Masih ada waktu mereka uji coba dan sebagainya,” tukas Sjarief.

Pengadaan Kapal dan Alat Penangkap Ikan KKP, Dilakukan Melalui Pelelangan dan e-Katalog

Penulis : Siprianus Jewarut, Aurora Denata