logo

HARGA KOMODITAS 28 April 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.305
    83
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.226
    956
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.381
    17
  • Beras
    Beras
    10.579
    129
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.620
    191
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.469
    570
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.800
    56
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.842
    342
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    115.104
    199
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    30.052
    670
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.804
    226
  • Cabai
    Cabai
    30.598
    4.919
  • Bawang
    Bawang
    32.862
    5.306
  • Susu
    Susu
    10.394
    30
  • Jagung
    Jagung
    7.062
    57
  • Ikan
    Ikan
    74.359
    338
  • Garam
    Garam
    5.916
    118




Arcandra Klaim Nego Blok Natuna Deal Bulan Depan

Archandra tidak menjelaskan secara detil mengenai negosiasi dengan operator Blok Natuna

20 April 2017 21:35 WIB

Anjungan PHE-24 di Lepas Pantai Madura.
Anjungan PHE-24 di Lepas Pantai Madura. Twitter @PTPertamina

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian ESDM saat ini sedang berupaya menyelesaikan urusan negosiasi bagi hasil antara pemerintah dengan operator Blok Natuna dalam satu bulan ini. Hal tersebut diyakinkan oleh Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.

Kadin Sebut Perlu Ada Insentif Agar EBT Menarik

Kendati demikian, Arcandra tidak menjelaskan secara detail seperti apa negosiasi dengan PT Pertamina (Persero) selaku operator. Dalam hal ini, operator Blok Natuna adalah konsorsium yang dipimpin Pertamina, bersama ExxonMobil, Total E&P Indonesie dan PTT Thailand.

Informasi terakhir, komitmen untuk pengembangan Blok East Natuna pernah dipertanyakan ExxonMobil. Namun, belum jelas apakah sudah ada penandatanganan kontrak bagi hasil (PSC).
Arcandra juga membantah soal sudah adanya kesepakatan kontrak perihal bagi hasil tersebut.


Arcandra: Pengembangan EBT di Laut Menekan Cost Jadi Murah

"Bukan tanda tangan kontrak, itu tidak tepat. Pokoknya sedang diupayakan agar pemerintah tidak mendapatkan hanya 0 persen," ujarnya di Jakarta, Kamis (20/4).

Terkait hal ini, Kementerian ESDM sudah menyiapkan tiga opsi agar Blok Natuna bisa segera digarap. Pertama, insentif keringanan pajak atau tax holiday selama lima tahun. Kedua adalah jangka waktu kontrak lebih lama, yakni hingga 50 tahun. Ketiga, bagi hasil yang lebih besar untuk kontraktor.

Skenario terburuk yang mungkin dihadapi adalah 100 persen bagi hasil minyak dan gas bumi dari blok tersebut menjadi milik kontraktor. Tapi, hal tersebut merupakan bagi hasil sebelum dikurangi pajak.

Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, Blok East Natuna mempunyai kandungan volume gas di tempat (Initial Gas in Place/IGIP) sebanyak 222 triliun kaki kubik (tcf), serta cadangan sebesar 46 tcf.

Untuk menggarap blok migas yang dieksplorasi sejak 1973 hingga kini belum produksi ini, perlu teknologi khusus. Hal tersebut dikarenakan gas yang dihasilkan masih mengandung karbondioksida (CO2) seberat 72%. Hingga perlu teknologi khusus untuk memisahkan CO2 itu. 

Terkait Revisi UU Migas, Arcandra Ingin Gap Segera Diselesaikan

Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Ratna Wilandari
×
×