logo


Terkait Revisi UU Migas, Arcandra Ingin Gap Segera Diselesaikan

Archandra mengingatkan agar tidak ada lagi perdebatan tentang siapa yang membuat revisi UU Migas dan apa yang sudah direalisasikan hingga saat ini

20 April 2017 20:59 WIB

Archandra Tahar usai memberikan ceramah di Masjid Agung Al Azhar, Selasa (16/8)
Archandra Tahar usai memberikan ceramah di Masjid Agung Al Azhar, Selasa (16/8) suara.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, dalam acara Bimasena Energy Security Dialogue, Mewujudkan Program Nawa Cita, di Hotel Darmawangsa, Jakarta, memaparkan bahwa saat ini terdapat empat gap yang harus diselesaikan terkait RUU Migas.

Kadin Sebut Perlu Ada Insentif Agar EBT Menarik

"Yang pertama, apakah putra putri bangsa sudah mampu mengelola SDA-nya. Kedua, sudahkah Indonesia memiliki teknologi untuk mengelola SDA-nya. Ketiga, apakah Indonesia punya dana yang mampu mendanai proyek strategis nasional yang berhubungan dengan SDA. Terakhir sudahkah hasil yang didapatkan bisa dimanfatakan untuk kebutuhan dalam negeri sebesar-besarnya sebelum melakukan ekspor terhadap SDA," paparnya.

Dalam hal ini, Arcandra mengingatkan untuk tidak lagi diperdebatkan soal siapa yang membuat aturan (UU Migas), dan apa yang sudah direalisasikan dari aturan yang sudah dibuat. Menurutnya, dengan menutup gap yang ada merupakan roadmap Nasional


Arcandra: Pengembangan EBT di Laut Menekan Cost Jadi Murah

"Sebaiknya kita bersama-sama untuk menutup gap tadi. Siapapun mereka, kita harus mampu menutup gap itu. Inilah roadmap kita secara nasional," jelasnya.

Hingga kini, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) masih terus membahas soal Revisi UU Migas (RUU) Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Arcandra pun berharap melalui revisi tersebut, nantinya mampu menyelesaikan gap yang ada. "Itulah koridornya bagaimana 4 gap tadi bisa ditutup. RUU Migas harus bisa menyelesaikan 4 gap itu," imbuhnya.

Indonesia - India Buka Peluang Kerja Sama Sektor Energi

Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Ratna Wilandari