logo





Susi Setuju dengan Presiden Jokowi

Terbitnya Perpres Nomor 44 tertanggal 18 Mei 2016 adalah salah satu bentuk komitmen Presiden Joko Widodo untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan Indonesia

20 April 2017 18:09 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. JITUNEWS/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menurut Menteri Susi, terbitnya Perpres Nomor 44 tertanggal 18 Mei 2016 adalah salah satu bentuk komitmen Presiden Joko Widodo untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan Indonesia.

Bangun 1.068 Kapal Perikanan, KKP Siapkan Anggaran Hingga Rp 467 M

“Beliau merubah perikanan tangkap masuk dalam daftar negative list investasi asing. Itu adalah suatu kemenangan nasional, kemenangan bangsa Indonesia. Tetapi apabila kita tidak bisa menjaga ini (keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan), maka habislah sumber daya alam terakhir yang kita punya,” tutur Menteri Susi.

Menteri Susi mengungkapkan kebanggaannya terhadap sumber daya laut Indonesia yang sangat beragam dan berharga. Menurut Menteri Susi, sumber daya kelautan Indonesia ini sudah seharusnya dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia bukan pihak asing. Ia juga menuturkan, kebijakan KKP memberantas illegal fishing melalui berbagai kebijakan termasuk moratorium kapal asing sudah menunjukkan hasil yang baik dengan meningkatnya hasil tangkapan dan jumlah kapal-kapal lokal.


Kunjungan Wapres AS ke Indonesia di Tengah Riuhnya Pilkada DKI

“Saya kemarin kedatangan bapak-bapak pemilik kapal dari Juwana. Mereka berterima kasih. Katanya kalau tidak akibat aturan KKP, kapal mereka tidak mungkin sampai ke Arafura, sampai ke Merauke. Bangsa kita berkewarganegaraan Indonesia, kapalnya aslinya Indonesia, tidak bisa menangkap ikan di wilayah bagian timur NKRI. Kenapa bisa? Berarti ada kesalahan di situ. Makanya sekarang kita bikin aturan agar laut yang kaya itu tak lagi dikuasai asing,” cerita Menteri Susi.

Menteri Susi Lantik Inspektur Jenderal KKP Yang Baru

Penulis : Siprianus Jewarut, Aurora Denata