logo


Menteri Susi Lantik Inspektur Jenderal KKP Yang Baru

Susi Pudjiastuti, Kamis (20/4) melantik Muhammad Yusuf sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan

20 April 2017 17:31 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. kkp.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Kamis (20/4) melantik Muhammad Yusuf sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Gedung Mina Bahari IV, Jakarta. Yusuf didaulat menggantikan Andha Fauzie Miraza yang memasuki masa pensiun. Sebelumnya, Yusuf pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Menteri Susi: Kedaulatan Laut Harus Menjadi Milik Nelayan Indonesia

“Saya ucapkan selamat datang Pak Yusuf dalam tim KKP. Saya sudah bekerja bersama Bapak mungkin sudah cukup lama, meskipun tidak sama-sama di KKP, waktu Bapak masih di PPATK. Waktu itu, bapak membantu kita dalam kerja-kerja kita dengan Satgas untuk menjaga good governance di KKP. Bapak Andha, Bapak memasuki pensiun. Saya juga ucapkan terima kasih, selama ini Bapak telah menjadi Irjen di KKP. Banyak hal yang kita perbaiki bersama selama saya bekerja bersama Bapak,” ungkap Menteri Susi dalam pidato pelantikannya.

Dalam pidatonya, Menteri Susi menekankan pentingnya efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran KKP. Ia meminta seluruh jajaran KKP menggunakan anggaran secara bijak untuk mencapai tujuan dan cita-cita KKP demi menyejahterakan nelayan Indonesia.


Susi: Pencurian Ikan Berdampak pada Sumber Daya Perikanan Indonesia

Menteri Susi mengungkapkan, sumber daya alam kelautan dan perikanan kini menjadi salah satu andalan utama Indonesia untuk meningkatkan pemasukan negara karena sifatnya yang dapat diperbaharui. Untuk itu, ia meminta semua pihak bersama-sama berkomitmen untuk menjaga keberlanjutannya.

“Sumber daya kita yang kaya seperti minyak dan tambang, sudah hampir habis dan tidak akan kembali. Tapi, kita masih punya satu kelautan dan perikanan, sumber daya alam yang renewable, yang bisa terus-menerus sustain dan ada untuk keperluan kita. Tetapi tentu saja hanya kalau kita jaga dengan benar. Hanya jika ada sustainability di cara pengelolaannya,” terang Menteri Susi.

Kepada Irjen yang baru, Menteri Susi berpesan agar tak goyah atas tekanan yang akan ditujukan kepada Indonesia dari berbagai pihak atas dalam menjalankan komitmen KKP yang telah ditetapkan.

Bangun 1.068 Kapal Perikanan, KKP Siapkan Anggaran Hingga Rp 467 M

Penulis : Siprianus Jewarut, Aurora Denata