logo


Novel FPI: Jakarta Boleh Saja Terapkan Syariat Islam, Tapi..

Novel FPI mengatakan tidak ada yang salah dengan penerapan Syariat Islam di Jakarta.

19 April 2017 07:00 WIB

Habib Novel Bamukmin.
Habib Novel Bamukmin. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Sekjen Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI), Novel Bamukmin, membantah keras isu yang menyerang pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno, yang akan menerapkan Syariat Islam di Jakarta, jika terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur. Novel menyebut, pasangan nomor urut tiga itu adalah calon pemimpin yang mengedepankan Pancasila.

FPI Berharap Paslon Ini Sempurnakan Konsep Syariat Islam di Ibu Kota

Meski begitu, Novel mengatakan, tidak ada yang salah dengan penerapan Syariat Islam di Jakarta. 

Ini Agenda Ahok Usai Mencoblos


Nah Lho, Tim Anies-Sandi Bungkam Buzzer #Jakarta Bersyariah

"Boleh-boleh saja berprogram seperti itu, tapi harus dengan cara-cara yang elegan, pendekatan, penuh dengan dakwah, dengan hikmah, dengan kelembutan, biar masyarakat paham dulu. Syariat itu tidak negatif tapi justru positif," tukasnya.

Jelang Pencoblosan, Sylviana Murni Berkicau Begini

Lebih jauh, Novel menjelaskan, jika masyarakat sudah mengerti syariat Islam sebagai rahmatan lil alamin dan memang diperlukan, tidak ada salahnya syariat Islam diterapkan. Sejauh ini, menurut dia, syariat Islam di Jakarta sudah berjalan 75 persen.

Prediksi Ahmad Dhani, Ahok-Djarot Bakal Menang, Ini Alasannya

"Yang dimaksud syariat Islam di sini yaitu ahkamul daulah. Hukum Islam yang berkenaan tentang kenegaraan," ujar Novel.

Pilgub Jakarta Paling Panas, karena Sosok Ahok Langka Berani Lawan Arus

Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ini melanjutkan, syariat Islam yang sudah berjalan seperti di bidang ekonomi dengan hadirnya bank, asuransi syariah, dan lembaga zakat. Di bidang pendidikan dengan madrasah MI/MTs/MA dan pesantren.

Jika Kalah, Ahok-Djarot Akan...

"Kalau mereka paham betul semuanya gak bermasalah, ya bisa dilaksanakan. Kalau memang terjadi kontroversi, ya kita ambil yang manfaatnya dulu untuk kebersamaan," pungkas Novel, seperti diwartakan netralnews.

“Mengusung Jakarta Bersyariah Itu Kemunduran Nalar dan Tidak Realistis”

Penulis : Riana