logo





BRISyariah Gelar RUPS Tahunan 2016, Catatkan Pertumbuhan Kinerja Signifikan

RUPS juga menyetujui perubahan Susunan Dewan Komisaris, Direksi dan Dewan Pengawas Syariah PT. Bank BRISyariah

18 April 2017 15:34 WIB

dok. BRISyariah

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Hari ini, Selasa (18/4), bertempat di Kantor Pusat BRISyariah, Abdul Muis Jakarta Pusat, telah dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BRISyariah. Agenda Utama RUPS tersebut adalah persetujuan Laporan Tahunan Perseroan dan pengesahan Laporan Keuangan Perseroan serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Tahun Buku 2016, termasuk penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Sukuk Mudharabah Subordinasi I Bank BRISyariah Tahun 2016.

BRI Targetkan Dapat Menyalurkan 75% Porsi Kredit Ke Sektor UMKM

Selain itu, RUPS juga membahas tentang penggunaan Laba Perseroan Tahun Buku 2016, penetapan Gaji, Honorarium, Tunjangan, Fasilitas, dan Benefit Lainnya bagi anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris untuk Tahun Buku 2017, serta perubahan Susunan Pengurus dan Dewan Pengawas Syariah Perseroan.

Dalam RUPS tersebut Selanjutnya RUPS menyetujui Laba Bersih Perseroan yang dibagi penggunaannya adalah Laba Bersih periode 1 Januari 2016 sampai dengan 31 Desember 2016 sebesar Rp 170.209.226.488. 


Sepekan, IHSG Ditutup Naik 1,11%

RUPS juga menyetujui perubahan Susunan Dewan Komisaris, Direksi dan Dewan Pengawas Syariah PT. Bank BRISyariah sehingga menjadi sebagai berikut :

Komisaris Utama                  : Eko B. Suharno*

Komisaris                            : Hermanto Siregar

Komisaris                            : Komaruddin Hidayat

Komisaris                            : Anggito Abimanyu

 

Direktur Utama                    : Moch. Hadi Santoso

Direktur                              : Hilman Purakusumah*

Direktur                              : Indra Praseno

Direktur                               : Wildan

Direktur                               : Agus Katon Eko S

 

Dewan Pengawas Syariah

Ketua                                   : KH. Didin Hafidhuddin

Anggota                               : M. Gunawan Yasni

 

Kinerja BRISyariah

Tahun 2016 menjadi tahun yang menggembirakan bagi BRISyariah karena BRISyariah menutup tahun 2016 dengan membukukan kinerja dengan pertumbuhan signifikan. Ini terlihat dari total laba sebelum pajak melonjak 38,20% dari Rp.169,07 di tahun 2015 menjadi 233,66 pada tahun 2016.

“Total aset juga bertumbuh 14,27% dari Rp.24,23 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp.27,69 trliun pada tahun 2016” ungkap Direktur Utama BRISyariah Moch. Hadi Santoso. Hadi menambahkan, pertumbuhan pembiayaan juga meningkat 10,18% dari Rp.16,37 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp.22,05 triliun pada tahun 2016. Hal ini diimbangi dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 9,41% dari  Rp.20,15 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp.22,05 triliun pada tahun 2016.

Hadi menjabarkan, “Pertumbuhan aset terjadi seiring dengan tambahan modal yang berasal dari suksesnya penjualan Sukuk Mudharabah Subordinasi I BRISyariah yang oversubscribed sebesar 200%. Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia dan umat Islam pada umumnya telah mempercayai perbankan syariah.” “ Sementara bagi BRISyariah, kondisi tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari para investor terhadap masa depan BRISyariah.” tambah Hadi.

Terkait prospek 2017 Hadi menyampaikan, “BRISyariah melihat banyak kesempatan bisnis yang terbuka dan ekonomi yang kondusif. Peluang perbankan syariah semakin besar seiring dengan dukungan dan keberpihakan pemerintah kepada perbankan syariah. Ini terwujud dengan memberikan kepercayaan perbankan syariah untuk menyalurkan KUR dan BRISyariah menjadi pelopor dan satu-satunya perbankan syariah yang menyalurkan KUR Syariah hingga saat ini.”

Penyaluran KUR Syariah sejak diluncurkan bulan Maret  2017 hingga saat ini telah mencapai  Rp.86,9 miliar yang dinikmati oleh 3.873 orang. KUR Syariah dinikmati oleh nasabah dari berbagai daerah di Indonesia dengan penyerapan KUR di Jawa (57,1%), Sumatera (19,6%), Sulawesi (9,2%), Kalimantan (7,7%), NTB (5,7%) dan Bali (0,7%).

“Oleh karenanya BRISyariah akan serius menggarap KUR Syariah ini sekaligus mulai membangun pondasi dominasi KUR Syariah di jajaran perbankan syariah di Indonesia sebagaimana induk perusahaannya (PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk) yang mendominasi pasar KUR bank konvensional di Indonesia” pungkas Hadi.

SBX Indonesia Ramaikan Bisnis Keuangan Digital Nasional

Penulis : Vicky Anggriawan