logo


Kerjasama Pertahanan Indonesia-Tiongkok

Indonesia dan Tiongkok adalah dua negara besar di kawasan masing–masing, yang memiliki posisi strategis.

18 April 2017 10:55 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. dok. pribadi

Hubungan Indonesia – Tiongkok sebenarnya sudah berlangsung sangat lama.  Negara Tiongkok yang dikenal oleh Indonesia sebagai negeri “Tirai Bambu”, Presiden Pertama RI Soekarno memulai hubungan diplomatik Indonesia – Tiongkok 13 April 1950 dan hubungan tersebut dengan cepat berkembang pada  konferensi Asia – Afrika di Bandung tahun 1955 dan kulminasi authentikasinya ditandai dengan Perjanjian Persahabatan Kebudayaan pada 1 April 1961. Walaupun pernah terjadi pasang surut, tetapi semangat persahabatan tidak kunjung padam, bahkan para Presiden RI pada periodenya masing-masing tampil menjadi pandu dalam memperluas rasa persaudaraan dan persahabatan kedua Bangsa dan Negara Indonesia – Tiongkok. 

Warga Antusias Menyaksikan HUT 71 TNI AU

Indonesia dan Tiongkok adalah dua negara besar di kawasan masing–masing, yang memiliki posisi strategis. Karenanya, Indonesia dan Tiongkok terus mengintensifkan komunikasi dan persahabatan guna terbangunnya Kerjasama Pertahanan dan Militer kedua negara atas dasar saling percaya, saling menghormati dan saling menguntungkan dalam kesetaraan. Layaknya sebagai profesional yang memahami pentingnya menguatkan jalinan Kerjasama Pertahanan Indonesia – Tiongkok yang saling memerlukan dan saling mendukung berpandangan tidak sulit menterjemahkan niat kedua negara untuk menjalin hubungan baik di bidang pertahanan dengan berdasarkan Perjanjian Kerjasama di bidang pertahanan antara Menteri Pertahanan Indonesia dan Tiongkok pada tahun 2007 yang sekaligus merupakan legalitas dan legitimasi kedua negara dalam berinteraksi  baik pada pertemuan strategis dan forum konsultasi bilateral maupun pertukaran pemikiran strategis dan kerjasama Non Military Operation Area. Perkembangan Kerjasama Pertahanan dan Militer terus meningkat sejalan dengan implementasi Comprehensive Strategic Partnership antar kedua negara pada tahun 2014. Interaksi hubungan dengan melakukan forum dialog strategis mempunyai nilai dan manfaat ganda, tidak hanya untuk area pertahanan tetapi juga berguna sebagai penopang hubungan bilateral kedua negara dan hubungan multilateral di kawasan. 


ISU LAUT TIONGKOK SELATAN


HUT ke 71 TNI AU, Kadispen: Kali Ini Masyarakat Bisa Lihat Langsung

Posisi Indonesia  bukanlah Claimant State  atas sengketa Laut Tiongkok Selatan, tetapi Indonesia seperti diamanatkan dalam pembukaan UUD ’45 yang berkaitan dengan ikut menciptakan perdamaian dunia, maka ada kepentingan Indonesia dari sisi Non Operational Area untuk turut serta menciptakan Laut Tiongkok Selatan menjadi kawasan yang damai dan stabil. Sebagai bangsa yang mengedepankan perdamaian sangat mengharapkan sengketa Laut Tiongkok Selatan diselesaikan dengan  cara  damai melalui perundingan seperti yang diperankan ASEAN dalam mengimplementasikan Declaration of Conduct (DoC) dan mewujudkan  Code of Conduct (CoC).

ERA BARU KERJASAMA PERTAHANAN

Indonesia dan Tiongkok yang memiliki interaksi budaya, sebenarnya akan sangat mudah untuk mengoptimalkan Kerjasama Pertahanan Militer yang  tetap menghargai kedaulatan dan kepentingan nasional masing-masing seraya terus memperdalam Political Trust berdasarkan Mutual Respect– Mutual Understanding dan menciptakan Sincerly Communication, guna menghindari kesalahpahaman antara kedua pihak. 

Hubungan bilateral bidang Pertahanan Indonesia – Tiongkok tidak hanya berbasis profesional dan persahabatan, tapi juga ditopang oleh latar persamaan kultur kedua bangsa. Sehingga tidak salah menyebutkan bahwa hubungan bilateral tidak hanya berdasarkan profesi dan persahabatan, tapi juga berdasar persaudaraan yang memperhatikan Mutual Respect antara  kedua negara.

Posisi Indonesia dan Tiongkok yang berada pada satu kawasan harus saling belajar dan berusaha mengatasi kesulitan berdasarkan prinsip Mutual Benefit.  Peran Diplomasi Pertahanan dan Militer menjadi penting dan tidak hanya untuk membangun Confidence Building Measure (CBM),  tapi lebih dari itu untuk memperbesar momentum politik negara di bidang luar negeri.

LINE of DEPARTURE

Melalui Forum Konsultasi Bilateral bidang pertahanan Indonesia – Tiongkok yang dimulai sejak tahun 2007, telah menghasilkan manfaat bagi kedua negara Indonesia – Tiongkok di berbagai bidang seperti pelatihan dan pendidikan, Industri Pertahanan dan Latihan Bersama dan Job Training serta Navy to Navy Cooperation Talks. 

Person to Person Contact di lingkungan pertahanan dan militer mempunyai nilai yang tinggi untuk memperluas dimensi kerjasama kedua institusi pertahanan Indonesia dan Tiongkok.  Sekilas kita menengok ke belakang, dimana para pemimpin dari periode ke periode di negeri  ini    meletakkan  fondasi  dan membangun hubungan  kerjasama  di bidang Pertahanan dan Militer Indonesia – Tiongkok, mereka pasti bangga menyaksikan generasi penerus bangsa di negeri ini melanjutkan dan memantapkan hubungan kerjasama Indonesia –Tiongkok di bidang Pertahanan dan Militer. 


Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin

Student NATO School 2015 – 2017

Center for National Strategic Studies

Jenderal Gatot Nurmantyo: TNI Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi