logo





Bappenas Sebut Pembangunan Infrastruktur Tambak, Telah Masuk dalam Program Kedaulatan Pangan

Rahmat Mulianda, menyampaikan bahwa program pembangunan insfrastruktur tambak telah masuk ke dalam program prioritas nasional pembangun kedaulatan pangan

17 April 2017 18:06 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. dok. djpb.kkp.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kasubdit Kelautan dan Perikanan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rahmat Mulianda, menyampaikan bahwa program pembangunan insfrastruktur tambak, telah masuk ke dalam program prioritas nasional pembangun kedaulatan pangan, demikian kata Rahmat Mulianda seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Senin(17/4).

Bambang Ungkapkan Kriteria Ibu Kota Pengganti Jakarta

Menurutnya, Bappenas telah menetapkan target untuk pembangunan irigasi tambak pada tahun 2017 ditargetkan 208,39 ha dan hingga tahun 2019 diproyeksikan seluas 304,75 ha, sedangkan untuk pembangunan jaringan tata air tambak tahun 2017 ditargetkan seluas 12.050 ha dan hingga tahun 2019 dapat mencapai seluas 115.000 ha.

Sementara itu, hingga saat ini KKP telah membentuk forum sinkronisasi penataan kawasan perikanan budidaya yang diselenggarakan Ditjen Perikanan Budidaya baru-baru ini. Pasalnya dari langkah tersebut telah menghasilkan beberapa poin penting diantaranya yaitu pentingnya melakukan koordinasi rencana kegiatan antara Pusat dan Daerah untuk mengintegrasikan seluruh kegiatan pembangunan insfrastruktur di kawasan perikanan budidaya dan pentingnya melakukan pengelolaan budidaya yang berkelanjutan dengan tetap menjamin kelestarian sumber daya dan lingkungan.


Anggota Komisi XI: Perpindahan Ibu Kota Negara Itu Tidak Mudah

Hal senada disampaikan Staf Ahli Utama Kantor Kepresidenan, Riza Damanik yang menggarisbawahi pentingnya membangun sinergi antar lembaga/kementerian untuk mewujudkan penataan dan pengelolaan kawasan perikanan budidaya yang berkelanjutan.

Menurutnya, ini akan sejalan dengan rencana kerja pemerintah yang tengah fokus dalam meningkatkan Kesejahteraan Nelayan, Pembudidaya ikan dan Petambak Garam, dimana salah satu programnya adalah terbangunnya sebanyak 40 kawasan perikanan budidaya yang memiliki prasarana yang optimal.

“Sinergi antara KKP, Kementerian PUPR, lintas sektoral terkait dan Pemerintah Daerah merupakan hal yang mutlak dilakukan dalam perencanaan dan pengembangan kawasan budidaya sebagaimana arahan dan keinginan Presiden Jokowi” ujarnya.

Secara nasional, volume produksi budidaya air payau tahun 2015 tercatat masing-masing untuk udang sebanyak 615.871 ton, rumput laut gracilaria sp sebanyak 1.157.234 ton, dan ikan bandeng sebanyak 672.196 ton.

Sejumlah LSM Menyerukan Agar Pembahasan RUU Perkelapasawitan Dihentikan

Penulis : Siprianus Jewarut, Aurora Denata