logo

HARGA KOMODITAS 28 April 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.305
    83
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.226
    956
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.381
    17
  • Beras
    Beras
    10.579
    129
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.620
    191
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.469
    570
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.800
    56
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.842
    342
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    115.104
    199
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    30.052
    670
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.804
    226
  • Cabai
    Cabai
    30.598
    4.919
  • Bawang
    Bawang
    32.862
    5.306
  • Susu
    Susu
    10.394
    30
  • Jagung
    Jagung
    7.062
    57
  • Ikan
    Ikan
    74.359
    338
  • Garam
    Garam
    5.916
    118




KKP Fokuskan Perencanaan Kawasan Budidaya Berkelanjutan

Tantangan terbesar pengembangan budidaya udang atau ikan khususnya di kawasan tambak adalah penurunan kualitas lingkungan

17 April 2017 16:30 WIB

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kondisi infrastruktur lahan budidaya khususnya tambak tradisional yang kurang tertata dengan baik telah secara langsung menurunkan tingkat produktivitas budidaya. Oleh karena itu, penting bagi KKP menjalin kerja sama dengan pihak terkait dalam mendorong penataan kawasan perikanan budidaya, yaitu melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur. Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, melalui keterangan tertulisnya, Senin (17/4/2017).

Tingkatkan Perlindungan HAM ABK, KKP Terbitkan Sejumlah Peraturan

Menurut Slamet, tantangan terbesar pengembangan budidaya udang atau ikan khususnya di kawasan tambak adalah penurunan kualitas lingkungan yang memicu munculnya hama dan penyakit ikan.

Kejadian ini, tambah Slamet, salah satunya dipicu oleh kondisi infrastruktur tambak yang buruk. Oleh karena itu, perencanaan dalam rangka penataan kawasan budidaya yang terintegrasi dan mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan menjadi suatu keniscayaan yang harus segera dilakukan di sentral-sentral produksi budidaya air payau.


Ini yang Dilakukan Presiden François Hollande ketika Mengunjungi KKP

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan bahwa potensi indikatif lahan budidaya air payau di Indonesia mencapai 2,9 juta ha dengan total pemanfaatan hingga tahun 2015 mencapai 715.846 hektare atau baru sekitar 24,14 persen.

Dari data luas lahan yang dimanfaatkan tersebut, tambak tradisional masih mendominasi dengan tingkat pemanfaatan lebih dari 60 persen dari total lahan.

"Tambak-tambak tradisional inilah yang butuh penataan karena cenderung memiliki infrastruktur buruk dan tata letak yang tidak beraturan. Melalui penataan kawasan budidaya yang berbasis klaster, akan memungkinkan pengelolaan dan penerapan biosecurity dengan mudah," pungkas Slamet.

KKP Percepat Tata Kelola Perizinan Kapal Perikanan

Penulis : Siprianus Jewarut, Nugrahenny Putri Untari
×
×