logo


Indonesia Akan Gunakan Teknologi Radar Jepang Pengawas Kapal Asing

Radar terbaru dapat memonitor di sembilan titik, di mana satu titik kendali berjangkauan lebih dari 50 nautical miles untuk mendeteksi kapal asing dan pencuri ikan.

17 April 2017 15:31 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. setkab.go.id

JEPANG, JITUNEWS.COM - Menteri Susi Pudjiastuti saat berada di negeri Sakura, Jepang, beberapa hari lalu, menyatakan Indonesia butuh radar pengawas untuk meningkatkan teknologi pengawasan yang dimiliki Kementerian Kelautan dan Perikanan, agar lebih maksimal mencegah masuknya kapal asing pencuri ikan. 

Tingkatkan Perlindungan HAM ABK, KKP Terbitkan Sejumlah Peraturan

Menteri Susi tertarik pada radar yang dimiliki JRC (Japan Radio Control), karena mampu mengawasi kapal asing yang masuk ke Indonesia hingga radius 150 kilometer. Menteri Susi menuturkan, pemerintah Indonesia tengah mengupayakan penjajakan teknologi pengawasan terkini yang mungkin bisa dan tepat digunakan di Indonesia. Ada radar terbaru JRC yang dapat memonitor di sembilan titik, di mana satu titik kendali berjangkauan lebih dari 50 nautical miles. 
Oleh karena itu, Menteri Susi menemui President Director of JRC, Kenji Ara di Imperial Hotel, Les Saisons, Tokyo, sambil menghabiskan brunch time, keduanya membicarakan teknologi radar pengawas yang menarik perhatian Menteri Susi. 

Ketertarikan Menteri Susi berawal dari melihat radar tersebut bekerja di perairan Wakatobi oleh sebuah perusahaan swasta. ”Saya berada di Wakatobi beberapa waktu lalu dan melihat radar bekerja. Saya berharap, Indonesia bisa memiliki radar setidaknya di empat tempat di Indonesia. Setelah bertanya, ternyata radar tersebut dari Jepang. Untuk itu kami tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai teknologi yang Anda miliki,” papar Menteri Susi kepada Kenji Ara. 


APMN Siap Dukung Program Peningkatan Produksi Pakan KKP

Ara pun merespon positif Menteri Susi. Ia menjelaskan, JRC memiliki enam perusahaan perwakilan di Indonesia yang mempekerjakan 3.200 orang tenaga kerja Indonesia. 

”Kami sangat senang bahwa kami mendengar Ibu Menteri memiliki ketertarikan terhadap sistem pengawasan yang dikeluarkan JRC. Kami akan senang hati berdiskusi dan berkontribusi mengenai sistem radar di Indonesia, mungkin memang bukan saat ini, tetapi nanti,” janji Ara.

Adapun radar JRC yang digunakan di Wakatobi memiliki jangkauan 24 nautical miles dengan integrasi maksimal 3 radar. Harga untuk satu radar terbaru JRC mencapai USD 2 juta. Namun harga ini terbilang mahal, sehingga Menteri Susi mengatakan KKP tidak akan membeli radar, melainkan mengupayakan cara lain untuk memperoleh radar, dengan mengadopsi teknologinya. 

”KKP tidak akan membeli radar, tetapi kami akan mencari cara untuk mendapatkannya, karena kami tidak ingin menghabiskan anggaran KKP (untuk pengadaan radar),” ujar Menteri Susi kepada Ara. 

Ara menyatakan siap memberikan informasi teknologi radar yang dibutuhkan Indonesia, karena keberhasilan pengawasan kelautan dan perikanan Indonesia juga akan berdampak kepada negara mereka. 

”Dari Indonesia, kami mendapat komoditas ekspor seperti udang, ikan, dan tuna. Itu semua karena Indonesia mampu menjaga sumber daya alamnya,” jelas Ara.

Setelah bertemu Kenji Ara, Menteri Susi mengunjungi kantor Headquarter of Japan Coast Guard (JCG). Di sana ia diterima oleh Komandan JCG, Satoshi Nakajima. Menteri Susi mengajak JCG bekerjasama dalam penyediaan data, teknologi, dan pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. 

Lawatan Menteri Susi hari itu dilanjutkan dengan mengunjungi Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Liberal Jepang (LDP), Toshihiro Nikai di kantor LDP. Kepada Nikai, Menteri Susi menyampaikan undangan investasi setidaknya pada pembangunan enam pelabuhan dari pembangunan 24 pelabuhan yang sedang digalakkan Indonesia hingga tahun 2019.

”Saya ingin Jepang berkomitmen ambil (investasi, red) di enam pelabuhan, terutama Sabang karena penting untuk Jepang,” jelas Menteri Susi. Kepada Nikai, Susi juga menyampaikan keinginannya untuk memasang radar pengawasan perikanan di Indonesia seperti yang telah disampaikan kepada Kenji Ara.

Ia meminta Jepang memberikan bantuan teknis penggunaan radar untuk pengawasan dan pengamanan wilayah terluar di Indonesia terutama di Sabang, Morotai, Natuna dan Biak. Nikai pun merespon positif, dengan menyatakan akan mengirim tim untuk meninjau lokasi-lokasi tersebut. 
Menteri Susi menilai teknologi radar pengawasan yang canggih dibutuhkan untuk dipasang di beberapa titik, di antaranya Natuna, Morotai, Raja Ampat, Arafura, dan Sabang. Selain radar pengawasan, Menteri Susi juga ingin memasang radar konservasi di tempat-tempat tersebut. 

KKP Terus Gelorakan Program Gemar Ikan Kepada Masyarakat

Penulis : Vicky Anggriawan,Yusran Edo Fauzi
×
×