logo

HARGA KOMODITAS 28 April 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.305
    83
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.226
    956
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.381
    17
  • Beras
    Beras
    10.579
    129
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.620
    191
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.469
    570
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.800
    56
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.842
    342
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    115.104
    199
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    30.052
    670
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.804
    226
  • Cabai
    Cabai
    30.598
    4.919
  • Bawang
    Bawang
    32.862
    5.306
  • Susu
    Susu
    10.394
    30
  • Jagung
    Jagung
    7.062
    57
  • Ikan
    Ikan
    74.359
    338
  • Garam
    Garam
    5.916
    118




Berbagai Penyakit Siap Menghampiri Anda Jika Terus Konsumsi Air Isi Ulang

Air isi ulang mengandung banyak bakteri karena tidak sterilnya lokasi depo, peralatan pengisian air, dan juga proses dalam pengisian

17 April 2017 13:47 WIB

Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Banyak masyarakat yang memilih untuk membeli air minum dari depo air isi ulang dibanding membeli dari agen dari air mineral yang bersangkutan, karena harganya yang lebih murah dan juga lokasi depo yang lebih mudah dijangkau oleh konsumen.

Air Isi Ulang Harus Dimasak Sebelum Dikonsumsi

Seperti yang disarankan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Diskes) Bulungan, Ida Bagus K Sidharaharja, bahwa air isi ulang sebelum dikonsumsi harus dimasak terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar bakteri yang ada dalam air tersebut bisa mati.

Air isi ulang mengandung banyak bakteri karena tidak sterilnya lokasi depo, peralatan pengisian air, dan juga proses dalam pengisian. Lokasi depo biasanya ada di pinggir jalan yang notabene banyak debu dan polusi. Lokasi yang dekat dengan jalan raya akan membuat bakteri akan menempel pada peralatan yang digunakan oleh depo air isi ulang.


Banyak Konsumsi Air Minum Isi Ulang Bisa Berdampak Buruk untuk Kesehatan

Saat proses pengisian air, terlebih dahulu galon yang digunakan akan dibersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan sikat. Sikat yang digunakan untuk membersihkan galon berada di luar ruangan dan juga sudah digunakan berganti-ganti, hal ini menyebabkan bakteri akan banyak menempel pada sikat tersebut. Selain itu, konsumen juga tidak mengetahui bagaimana kondisi dari pipa saluran air, keran, dan juga tempat penampungan yang mungkin saja kotor.

Akan ada banyak bakteri berbahaya yang bersarang dalam air isi ulang, seperti e.colli dan sallmonela. Jika air tetap dikonsumsi tanpa dimasak terlebih dahulu akan berakibat buruk bagi kesehatan. Yakni konsumen dapat menderita sakit perut, disentri, pusing, gejala tifus, bahkan gejala penyakit kronis seperti Hepatitis yang disalurkan melalui cairan.

Penelitian YLKI: Air Isi Ulang di Jakarta Mengandung Bakteri

Penulis : Aurora Denata
×
×