logo


Susi Pudjiastuti Bercita-cita Bangun Tempat Penyimpanan Ikan Berteknologi Canggih

Namun, pengembangan fasilitas serupa JSF membutuhkan biaya yang tak sedikit, yaitu mencapai USD 300 juta.

13 April 2017 14:36 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. JITUNEWS/Johdan A.A.P

TOKYO, JITUNEWS.COM - Dalam kunjungan kerjanya Ke Jepang, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti mengajak para investor Jepang untuk bisa berinvestasi di Indonesia.

RI dan Arab Saudi Sepakat Perluas Ekspor Perikanan ke Timur Tengah

Susi juga mengatakan bahwa tujuan kunjungannya ke Jepang selain untuk menguatkan langkah kerja sama antara kedua negara, pihaknya juga membuka kesempatan yang besar bagi para investor Jepang untuk berinvestasi di sektor kelautan dan perikanan di Indonesia.

Maka untuk meyakinkan sejumlah investor terkait keseriusan Indonesia dalam membangun perusahaan perikanan di Indonesia, Susi menyempatkan diri mengunjungi sejumlah sentra perikanan di Jepang.


Tenggelamkan Kapal di Ambon, Menteri Susi Sebut Ini Bukti Perairan Ambon Berdaulat

Susi mengunjungi Misaki Tuna Fish Landing Market, yaitu pelelangan ikan di Misaki yang dilengkapi restoran dan supermarket. Di sana Susi disambut Wali Kota Miura Hideo Yashida dan Ketua Kamar Dagang dan Industri Miura, Kanagawa Toshisa Teramoto.

Tak hanya itu, Susi juga menyambangi Japan Super Freeze Co.Ltd (JSF) yang merupakan tempat penyimpanan ikan terbesar dan satu-satunya di dunia yang menggunakan Liquefied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair yang ramah lingkungan. Susi dan rombongan berniat melakukan studi banding teknologi untuk pengawetan tuna setelah ditangkap.

"Di dunia, hanya kami satu-satunya di sini yang pakai LNG. Kami memakai LNG karena biaya listrik sangat mahal," demikian kata Presiden JSF Shigeru Hamada, dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Kamis (13/4/2017).

Selain itu, menurut Hamada, JSF memiliki pendingin hingga minus 60 derajat Celcius yang dapat mempertahankan kualitas daging ikan tangkapan selama berbulan-bulan. Adapun lemari pendingin milik KKP yang ada di Indonesia hanya memiliki pendingin hingga minus 20 derajat Celcius.

Hamada menambahkan, ikan tuna yang disimpan di JSF merupakan hasil tangkapan dari berbagai negara, dengan Taiwan sebagai pemasok terbesar. Menurutnya, JSF dapat menampung ikan tuna hingga 11 ribu ton.

Menurut Susi, Indonesia sebenarnya memiliki potensi untuk mengembangkan tempat penyimpanan ikan menggunakan LNG seperti yang dikembangkan Jepang, mengingat banyak tempat di Indonesia yang memiliki sumber gas alam cair. Namun, pengembangan fasilitas serupa JSF membutuhkan biaya yang tak sedikit, yaitu mencapai USD 300 juta. Untuk itu, Susi mengundang investor baik dari dalam maupun luar negeri untuk ikut berinvestasi guna mewujudkan pembangunan fasilitas tersebut.

Menteri Susi Optimis Kebijakannya Mampu Balikan Kejayaan Laut Indonesia

Penulis : Siprianus Jewarut, Nugrahenny Putri Untari