logo





Makanan Astronaut, Seperti Apa Sih?

Selain ringan, kemasan juga harus sekali pakai.

9 April 2017 08:00 WIB

Makanan Astronaut
Makanan Astronaut NASA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Hidup di luar angkasa tentu saja berbeda dengan hidup di bumi. Pernahkah terbayang dalam benak Anda, bagaimana para astronaut di luar sana bertahan hidup dengan makanan yang dapat dibilang cukup instan? Berikut ini cerita singkat tentang makanan astronaut (space food).

NASA Bakal Ramu Obat Berbahan Jamur di Luar Angkasa

Pada masa lalu, astronaut seperti Yuri Gargarin diketahui membawa makanan berupa saus cokelat dan sejenisnya, yang disimpan di dalam sebuah tabung yang mirip wadah pasta gigi, serta aneka makanan yang dipotong dadu. Jika Anda tahu rasanya, tentu saja Anda hanya akan menelan ludah. Para astronaut juga mencukupi keperluan cairan tubuhnya dengan mengonsumsi minuman yang dibekukan. 

Seiring berkembangnya zaman, suplai makanan untuk para astronaut mulai membaik. Mereka telah mendapatkan asupan, atau setidaknya makanan yang rasanya ramah di lidah, seperti ayam, roti bakar, sayur-sayuran yang dibekukan agar mampu bertahan lebih lama. Dimulai dari misi Apollo (1968-1975), astronaut akhirnya dapat menikmati air panas. 


Inilah 3 Makanan Unik yang Akan Jadi Tren Kuliner 2017

Syarat utama makanan yang dibawa ke luar angkasa adalah ringan. Mengapa? Seperti halnya pesawat udara biasa, beban muatan pesawat ulang alik harus diatur seminimal mungkin, dan tentu saja harus nongravity-friendly, alias ramah terhadap gravitasi nol. Dahulu, beberapa astronaut sempat kepergok menyelundupkan sandwich jagung hingga kemudian ditegur karena remahnya melayang kemana-mana. Selain ringan, kemasan juga harus sekali pakai.

Cakupan space food adalah makanan segar, daging iradiasi, makanan yang tidak basi/dalam kemasan kedap udara (intermediate moisture food), makanan yang dapat dihangatkan (thermostabilized food), kacang-kacangan, dan makanan yang melalui proses rehidrasi/penyerapan air ke bahan kering (rehydratable food). Beberapa jenis makanan yang masuk kategori-kategori tersebut adalah dendeng, kacang, granola bar, kue dan biskuit kering, dan makanan segar yang dikeringkan. 

Hilangnya gaya gravitasi (gravitasi nol) di luar angkasa menimbulkan proses kongesti kepala yang bisa saja memengaruhi indra perasa manusia. Hal ini lah yang membuat mereka yang berada di luar angkasa sering sekali tidak dapat merasakan makanannya dengan nikmat.

Seorang astronaut asal Amerika, John Glenn, sempat cemas dirinya tidak dapat makan di luar angkasa karena ia menganggap gravitasi nol mungkin saja dapat menghambatnya mengunyah dan menelan makanan. Akan tetapi, kecemasannya tersebut tidak menjadi nyata. Menelan merupakan gerakan peristaltik kerongkongan yang mendorong makanan untuk masuk ke dalam tubuh. Kontraksi dan gerakan otot kerongkongan tidak ada hubungannya dengan gaya gravitasi. 

Saat ini, para astronaut boleh berbahagia, lantaran mereka sudah dapat memakan makanan seperti halnya makanan bumi. Satu-satunya perbedaan adalah pada cara pengemasannya.  

BMKG Prediksi Suhu Jakarta 35,6 Derajat Celsius Saat Fenomena Equinox

Penulis : Nugrahenny Putri Untari