logo


Mahakarya Nuansa Cultural Production Dasawarsa, "La Galigo: The Chaos Within"

NUANSA Cultural Production kembali menggelar pentas drama musikal di tahun 2017 ini.

Vicky Anggriawan, Jitunews.com | 7 April 2017 20:09 WIB

SINGAPURA, JITUNEWS.COM - NUANSA Cultural Production kembali menggelar pentas drama musikal di tahun 2017 ini. Kali ini Nuansa Cultural Production mengusung tema dari suku Bugis dan manuskrip epik mereka yang berjudul La Galigo: The Chaos Within.

La Galigo adalah sebuah epik terpanjang di dunia dan telah diakui oleh UNESCO sebagai World Heritage. La Galigo berlatar di Bugis, Sulawesi Selatan dan telah diakui oleh UNESCO dalam Memory of the World Register.

Sang penulis naskah "La Galigo: The Chaos Within", Katherine Erika menjelaskan bahwa epik ini menceritakan tentang kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan yang memegang kukuh nilai-nilai sosial. Drama musikal ini dirancang sedemikian rupa agar penonton dapat merasakan kekayaan budaya Bugis sambil tetap menjaga keasliannya.

Dalam pentas drama musikal yang digarap Nuansa Cultural Production ini, menampilkan keunikannya melalui kombinasi antara musik, lagu dan naskah, disertai dengan tarian-tarian, tata lakon dan tata panggung yang dikemas secara imajinatif. Kesemuanya diciptakan dan dimainkan oleh talenta-talenta tim Nuansa yang mahir dan berbakat.

Drama musikal "La Galigo: The Chaos Within" ini dipentaskan pada tanggal 26 Maret 2017 pada 2 waktu berbeda yaitu pukul 1 siang dan 7 malam di Drama Centre, National Library Building (NLB), Singapura yang dihadiri oleh lebih dari 1,200 orang.

Untuk diketahui, NUANSA Cultural Production, komunitas seni yang anggota-anggotanya adalah mahasiswa dan mahasiswi Indonesia yang tengah studi di National University of Singapore (NUS).