logo

HARGA KOMODITAS 26 April 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.319
    69
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.172
    902
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.380
    16
  • Beras
    Beras
    10.585
    123
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.606
    205
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.465
    574
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.813
    43
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.938
    438
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.746
    557
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    30.166
    784
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.735
    295
  • Cabai
    Cabai
    30.149
    5.368
  • Bawang
    Bawang
    32.964
    5.204
  • Susu
    Susu
    10.379
    45
  • Jagung
    Jagung
    7.079
    74
  • Ikan
    Ikan
    74.157
    136
  • Garam
    Garam
    5.904
    106




Hal yang Tidak Diketahui Banyak Orang tentang Kartini

Banyak orang bangga memiliki gelar kebangsawanan. Tetapi tidak bagi Kartini. Ia diberi gelar Raden Ajeng Kartini, tetapi justru gelar itu membuatnya merasa terkekang.

7 April 2017 08:53 WIB

R.A. Kartini.
R.A. Kartini. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Bulan April identik dengan peringatan Hari Kartini, tokoh emansipasi wanita Indonesia. Namun di balik keagungan nama Kartini, ada hal-hal yang selama ini belum terungkap luas di masyarakat -- termasuk tentang kegetiran yang dialaminya bukan sekadar menjadi istri dalam perkawinan poiligami. 

Fashion Show Dipilih Pengusaha Muda Ini untuk Memaknai Hari Kartini

Bila melihat foto Kartini kesannya kental ia wanita bangsawan yang anggun, halus gerak-geriknya. Padahal bukan. Kartini dilahirkan oleh Ngasirah yang bukan wanita bangsawan. Kartini harus tunduk pada perintah adat untuk diasuh oleh ibu tiri yang berasal dari keluarga bangsawan. Gejolak hatinya bergemuruh ketika tidak boleh memanggil ibu kandungnya dengan sebutan ”ibu.” 

Meskipun sehari-hari Kartini mengenakan kain dan kebaya, namun sosok Kartini bukanlah wanita anggun semata. Ia bahkan tomboi, bergaul dengan berbagai kalangan. Meskipun Kartini dipingit, tetapi Kartini mampu membuat pameran ukir Jepara yang dikagumi oleh pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Dari pameran ukir itu lah bermula perekonomian rakyat Jepara mampu digerakkan. 


Sambut Hari Kartini, KPK Kampanyekan Perempuan Anti Korupsi

Banyak orang bangga memiliki gelar kebangsawanan. Tetapi tidak bagi Kartini. Ia diberi gelar Raden Ajeng Kartini, tetapi justru gelar itu membuatnya merasa terkekang. 

Kartini di masa hidupnya bukan hanya tokoh yang menginspirasi wanita Jepara untuk belajar membaca-tulis. Tetapi ternyata Kartini juga tokoh yang memperjuangkan dibuatkannya Kitab Suci Al-Quran yang diterjemahkan dalam bahasa Jawa, agar orang Jawa bisa cepat memahami isi Al-Quran. 
Hal-hal ini terungkap dari film Kartini yang disutradarai Hanung Bramantyo, yang akan mulai tayang 19 April di bioskop. 

Rayakan Hari Kartini, Sanggar Fortune Cetak Kartini Cilik Peduli Lingkungan Hidup

Penulis : Vicky Anggriawan,Yusran Edo Fauzi
×
×