logo


Tenggelamkan Kapal di Ambon, Menteri Susi Sebut Ini Bukti Perairan Ambon Berdaulat

Penegakkan hukum yang dilakukan Menteri Susi selama ini, seperti menenggelamkan kapal, dapat menjadi catatan sejarah di dunia perikanan Indonesia dan dapat dijadikan motivasi bagi seluruh lapisan masyarakat.

2 April 2017 12:47 WIB

Menteri Susi sebagai Komandan Satgas 115 hadir dan memimpin langsung proses penenggelaman dari Pantai Morela, Ambon.
Menteri Susi sebagai Komandan Satgas 115 hadir dan memimpin langsung proses penenggelaman dari Pantai Morela, Ambon. Istimewa

AMBON, JITUNEWS.COM - Penegakan hukum bagi kapal ikan asing yang masuk ke wilayah perairan Indonesia akan terus dilakukan. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, penenggelaman kapal kali ini yang dilakukan di perairan Ambon, Maluku adalah sebagai bukti bagi penegakkan kedaulatan di wilayah Indonesia Timur.

"Kita harapkan Sino (nama salah satu kapal yang ditenggelamkan) ini adalah simbol dari kemenangan kita dalam memberantas pencurian ikan, setelah beberapa tahun kita mengalami kekalahan, terutama di Indonesia Timur", demikian kata Menteri Susi di Ambon, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Minggu(2/4).

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa selama bertahun-tahun banyak kapal-kapal asing berlayar diperairan Indonesia timur dan belum ada langkah penindkan tegas dari pemerintah.

“Ini saatnya kita kembalikan kedaulatan wilayah di Indonesia timur,”demikian katanya.

Menteri Susi berharap, ganjaran yang diterima bagi pelaku illegal fishing sesuai hukum yang berlaku dan murni karena proses pengadilan.

"Saya berharap semua murni proses karena pengadilan. Saya akan sangat kecewa dan marah apabila keputusan kapal pelaku illegal fishing ada campur tangan invisible hand yang mempengaruhi. Sudahlah, permainan ini selesai. Kedaulatan negara harus ditegakkan", tandasnya.

Penegakkan hukum yang dilakukan Menteri Susi selama ini, seperti menenggelamkan kapal, dapat menjadi catatan sejarah di dunia perikanan Indonesia dan dapat dijadikan motivasi bagi seluruh lapisan masyarakat. "Supaya nanti masyarakat bisa tahu, ada jannya ribuan kapal asing bebas datang mencuri ikan. Dan mereka pun tahu, Indonesia bisa mengatasi kejahatan tersebut", tutupnya.

Sebagai informasi, Menteri Susi memimpin penenggelaman kapal di 12 lokasi dari Lapangan 7 Syawal, Morela, Ambon. Di Ambon sendiri, terdapat dua kapal yang ditenggelamkan. Kedua kapal tersebut ada Sino 26 (265 GT) dan Sino 35 (268 GT).

Adapun kapal yang ditenggelamkan berjumlah 81 kapal, dengan rincian lokasi sebagai berikut: Aceh 3 kapal, Pontianak 8 kapal, Bali 1 kapal, Sorong 1 kapal, Merauke 1 kapal, Belawan 7 kapal, Tarempa 10 kapal, Natuna 29 kapal, Tarakan 6 kapal, Bitung 9 kapal, Ternate 4 kapal, dan Ambon 2 kapal (tidak termasuk SINO 36).

Ini Komitmen Indonesia dalam Mengatasi Masalah HAM di Sektor Perikanan

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Marselinus Gunas
×
×