logo





Eko Sulistyo, Sang Juru Taktik Komunikasi Politik Jokowi

Eko adalah tokoh muda yang meracik komunikasi politik Jokowi sejak jadi Walikota Solo. Dari sosok ini lah terpapar cerita di balik strategi komunikasi politik Jokowi yang unik itu.

1 April 2017 03:03 WIB

Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo.
Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo. Ksp.go.id

JAKARTA. JITUNEWS – Menjadi loyalis Jokowi sejak di Solo, akhirnya mengubah nasib Eko Sulistyo, bapak beranak dua ini hijrah menjadi salah satu elite Istana, sebagai Kepala Deputi IV Kantor Staf Presiden yang membawahi bidang Komunikasi Politik dan Penyebarluasan Informasi. 

Mengembalikan Nama Baik Tan Malaka

Namun dengan jabatannya itu bukan berarti ia mendapat fasilitas kemewahan. Ruang kerjanya saja tak seberapa besar, tak ada interior dan perabot glamour, hanya satu set sofa, satu meja meeting dan meja kerja yang disesaki serakan buku-buku dan kertas, ya mirip seperti meja kantor redaksi surat kabar.

Suasana kantor yang seperti itu menggambarkan penghuninya dan tamu-tamunya adalah orang-orang yang bukan bertipe birokrat. Ruang kantor itu adalah tempat kumpul para aktivis jalanan yang berada di garda depan relawan Jokowi. Sebagian besar dari mereka asal muasalnya aktivis Solo Raya yang acapkali memberontak atas ketidakadilan sejak zaman Orde Baru. 


Ini Sosok Abil, Bocah SD yang Tertidur Usai Jualan di Pinggir Trotoar

Eko Sulistyo juga terbiasa kerja hingga dini hari jelang waktu fajar, untuk merancang strategi-strategi komunikasi politik dalam menanamkan tafsiran positif masyarakat atas setiap paket kebijakan pemerintahan Jokowi-JK. Termasuk juga harus mengambil langkah sigap dalam meredam gejolak aksi protes dari kubu opsisi yang turun berdemo di jalan hingga menyerang melalui sosial media dan juga agenda setting di media massa mainstream.

Malah terkadang aksi protes kaum oposisi beralibi atas nama kebebasan demokrasi. Padahal demokrasi menyatakan pendapat di ruang publik juga dibatasi etika yang sesuai dengan Pancasila dan UUD ’45. Namun seringkali demokrasi diartikan bebas yang sebebasnya dengan berlandaskan ideologi asing. ”Sehingga demokrasinya kebablasan...,” ucap Eko.    

Situasi negara yang seperti itu membuat suhu politik di Indonesia mudah panas tinggi. Ini juga yang membuat jam-jam sibuk bekerja Eko Sulistyo sampai menjelang subuh. Kesibukkannya menulis artikel dan makalah, merancang agenda setting untuk menggerakkan berbagai elemen masyarakat yang menjadi relawan pendukung Jokowi. Eko bersama timnya juga kian disibukkan untuk menganalisa informasi bertendensi hoax, selain juga pada informasi yang bukan untuk konsumsi umum.  

Jauh sebelum Eko masuk dalam pergaulan elite politik nasional -- pria kelahiran Kendal, 30 Maret 1968 ini juga seorang aktivis pergerakan advokasi membela masyarakat miskin dan pihak yang mendapat ketidakadilan. Ia kemudian menjadi kerasan dengan Jokowi karena yang menjadi pondasi pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla diilhami dari konsep Trisakti Soekarno tentang kemandirian ekonomi, kedaulatan politik dan berkarakter dalam budaya yang tidak lagi memunggungi rakyat miskin, rakyat di pelosok dan mengedepankan pembangunan ekonomi nasional juga melalui berbagai program ekonomi kerakyatan pedesaan. 

”Pak Jokowi melihat konsep Trisakti sebagai warisan masa lalu yang tetap relevan menjawab tantangan bangsa,” kata Eko.  

 

Wow! 7 Tokoh Indonesia Ini Miliki Jet Pribadi yang Mewah

Selanjutnya >
Penulis : Vicky Anggriawan,Yusran Edo Fauzi