logo


Kartel Cabai Masih Bermain di Pasar

KPPU bahkan menemukan adanya enam rantai distribusi dari petani ke konsumen cabai. Panjangnya rantai distribusi ini menyebabkan kenaikan harga cabai menjadi sangat tinggi.

6 Maret 2017 14:06 WIB

Pedagang menata cabai merah.
Pedagang menata cabai merah. Dok. Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pola perdagangan tidak sehat alias kartel masih membayangi praktik perdagangan. Secara khusus, praktik kartel pangan yang masih belum teratasi. Misalnya, pada kenaikan harga cabai. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mensinyalir adanya indikasi terjadinya praktik kartel yang bermain dalam urusan perdagangan cabai.

KPPU bahkan menemukan adanya enam rantai distribusi dari petani ke konsumen cabai. Panjangnya rantai distribusi ini menyebabkan kenaikan harga cabai menjadi sangat tinggi. Selain itu, KPPU juga menemukan indikasi para bandar di setiap pasar induk melakukan persekongkolan untuk menahan pasokan dan menaikkan harga cabai.

Ketua KPPU Syarkawi Rauff mengatakan, dari hasil investigasi tim KPPU di tingkat petani cabai, khususnya di Malang dan sekitarnya, petani menjual cabai rawit seharga Rp 50.000 per kilogram (kg). Sedangkan sampai ke konsumen, harganya melesat menjadi Rp 150.000 per kg. Artinya, ada margin sangat besar yang dinikmati pedagang.


Industri Masih Dominasi Penggunaan Cabai Kering Impor untuk Tekan Biaya Produksi

Di pasar induk Jakarta, Bekasi, dan Bogor, kata Syarkawi, KPPU juga menemukan hanya ada tiga bandar besar. 

"Mereka menguasai pembelian dan penjualan cabai rawit," ujarnya.

Untuk gula, kata dia, KPPU menemukan harga gula Rp 16.000 per kg di tingkatan konsumen dari yang seharusnya Rp 12.500 000 per kg.  Menurutnya, Jika mengacu pembelian gula dalam negeri Rp 9.100 per kg, seharusnya harga gula di tingkat distributor paling tinggi Rp 11.000 per kg. Dengan harga itu, distributor seharusnya sudah bisa mengantongi untung sekitar Rp 1.500 per kg.

Dia pun menegaskan, KPPU akan memonitor apakah ada kesepakatan antara importir gula dengan distributor dalam menentukan harga di tingkat distributor. Sayangnya, Syarkawi enggan merinci secara detail perusahaan yang terlibat kartel yang dia temukan.

Pemerintah Harus Menindak Tegas Pelaku Impor Cabai Iegal

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas