logo

HARGA KOMODITAS 24 Maret 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.334
    54
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    24.236
    34
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.380
    16
  • Beras
    Beras
    10.584
    124
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.815
    4
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.779
    260
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.785
    71
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    11.010
    510
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.604
    699
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    29.316
    66
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.776
    254
  • Cabai
    Cabai
    30.917
    4.6
  • Bawang
    Bawang
    36.669
    1.499
  • Susu
    Susu
    10.423
    1
  • Jagung
    Jagung
    7.077
    72
  • Ikan
    Ikan
    74.233
    212
  • Garam
    Garam
    5.889
    91




Di Istana, Presiden dan Ketua PBNU Bahas Menguatnya Islam Radikal

Ketum PBNU: dunia melihat mayoritas umat Islam Indonesia adalah moderat, toleran dan bermartabat

11 Januari 2017 21:45 WIB

Presiden Jokowi melakukan makan siang bersama Ketua Umum PBNU K.H. Said Aqil Siraj, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/1/2017) siang.
Presiden Jokowi melakukan makan siang bersama Ketua Umum PBNU K.H. Said Aqil Siraj, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/1/2017) siang. Setpres/Jay


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo mengundang Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj makan siang di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (11/1/2016).  Dalam pertemuan itu, keduanya secara khusus membahas sejumlah persoalan bangsa beberapa waktu belakangan ini, khususnya fenomena menguatnya Islam radikal akhir-akhir ini dan masalah intoleransi.

Datangi Kantor PBNU, Jokowi Apresiasi Tindakan Ulama yang Dinginkan Suasana

“Indikasi, fenomena menguatnya Islam radikal menjadi agenda kita. Bagaimana memperkuat kembali, terus memperkuat Islam moderat dibangun kembali,” kata Said kepada wartawan usai makan siang.

Kang Said, sapaan populer KH Said Aqil Siradj menjelaskan, dunia melihat mayoritas umat Islam Indonesia adalah moderat, toleran dan bermartabat. Namun akhir-akhir ini agak mulai mengendor dan gejala intoleransi mulai menguat.


PBNU Meyakini Kericuhan Bukan oleh Pengunjuk Rasa Bela Islam

“Bagaimana upaya intoleransi ini dapat diatasi dan kembali ke Indonesia yang toleran, Indonesia yang damai, yang beradab, yang bermartabat, Islam kultur bukan Islam yang doktrin, Islam ramah,” jelas Said

Lanjutkan Membaca...

Penulis : Marselinus Gunas
Tag:

Komentar