logo





Di Istana, Presiden dan Ketua PBNU Bahas Menguatnya Islam Radikal

Ketum PBNU: dunia melihat mayoritas umat Islam Indonesia adalah moderat, toleran dan bermartabat

11 Januari 2017 21:45 WIB

Presiden Jokowi melakukan makan siang bersama Ketua Umum PBNU K.H. Said Aqil Siraj, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/1/2017) siang.
Presiden Jokowi melakukan makan siang bersama Ketua Umum PBNU K.H. Said Aqil Siraj, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/1/2017) siang. Setpres/Jay


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo mengundang Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj makan siang di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (11/1/2016).  Dalam pertemuan itu, keduanya secara khusus membahas sejumlah persoalan bangsa beberapa waktu belakangan ini, khususnya fenomena menguatnya Islam radikal akhir-akhir ini dan masalah intoleransi.

Soal Kasus Habib Rizieq, Ketum PBNU: Hukum Harus Berjalan Tidak Pandang Bulu

“Indikasi, fenomena menguatnya Islam radikal menjadi agenda kita. Bagaimana memperkuat kembali, terus memperkuat Islam moderat dibangun kembali,” kata Said kepada wartawan usai makan siang.

Kang Said, sapaan populer KH Said Aqil Siradj menjelaskan, dunia melihat mayoritas umat Islam Indonesia adalah moderat, toleran dan bermartabat. Namun akhir-akhir ini agak mulai mengendor dan gejala intoleransi mulai menguat.


Soal Kasus Habib Rizieq, Ketum PBNU Bilang Begini..

“Bagaimana upaya intoleransi ini dapat diatasi dan kembali ke Indonesia yang toleran, Indonesia yang damai, yang beradab, yang bermartabat, Islam kultur bukan Islam yang doktrin, Islam ramah,” jelas Said

Ketua Umum PBNU itu menyarankan, pemerintah harus melibatkan para kyai dalam ceramahnya untuk membimbing masyarakat kembali ke Islam moderat, toleran, beradab dan ramah.

Ia menjamin, Kyai NU diminta atau tidak diminta harus menyuarakan akhlakul karimah (akhlak mulia sesuai ajaran Islam), ceramah yang rukun, bukan yang konflik. “Diperintah maupun tidak, akan menyuarakan itu, saya jamin,” tegas Said Aqil.

Ketua PBNU Sebut Seorang Muslim Boleh Ucapkan Selamat Natal


Penulis : Marselinus Gunas
Tag:

Komentar