logo

HARGA KOMODITAS 26 Mei 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.409
    21
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.398
    1.128
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.408
    44
  • Beras
    Beras
    10.595
    113
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.492
    319
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.499
    540
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.724
    132
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.421
    79
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.687
    616
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    31.642
    2.260
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    22.978
    948
  • Cabai
    Cabai
    32.213
    3.304
  • Bawang
    Bawang
    29.970
    8.198
  • Susu
    Susu
    10.417
    7
  • Jagung
    Jagung
    7.094
    89
  • Ikan
    Ikan
    74.538
    517
  • Garam
    Garam
    6.025
    227




Jokowi Konpers Mendadak Soal Quota Haji. Ada Apa?

Dengan demikian, kuota haji untuk Indonesia tahun 2017 dari 168.800 menjadi 221.000. Dengan demikian Indonesia memperoleh kenaikan sebesar 52.200

11 Januari 2017 20:38 WIB

Presiden Jokowi menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/1) sore
Presiden Jokowi menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/1) sore Setpres/Jay

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo menggelar konferensi pers secara mendadak di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/1/2017) petang. Dalam konferensi pers itu, Presiden menjelaskan  keputusan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, yang mengembalikan kuota haji Indonesia ke angka yang normal, yaitu 211.000 jamaah.

Pengelolaan SDA Harus Berpihak Pada Kepentingan Nasional

“Pemerintah Arab Saudi, dalam hal ini Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, telah memutuskan untuk mengembalikan kuota normal haji bagi Indonesia dari 168.800 menjadi 211.000 untuk tahun 2017,” kata Presiden Jokowi seperti yang terlansir di laman setgab.id, Rabu (11/1/2017).

Selain pengembalian kuota sebesar 211.000, demikian Presiden, pemerintah Arab Saudi juga menyetujui permintaan tambahan kuota untuk Indonesia dan memutuskan pemberian tambahan kuota sebesar 10.000.


Presiden Jokowi: Pemerintah Siapkan Kebijakan Ekonomi Pancasila

“Dengan demikian, kuota haji untuk Indonesia tahun 2017 dari 168.800 menjadi 221.000. Dengan demikian Indonesia memperoleh kenaikan sebesar 52.200,” ungkap Jokowi. 

Sebelumnya Presiden Jokowi menjelaskan, sebagai tindak lanjut dari kunjungannya ke Arab Saudi pada September 2015 yang lalu dan pertemuan dirinya dengan Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdul Aziz Al-Saud dari Arab Saudi di Hangzhou pada September 2016 lalu, dirinya telah meminta kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk melakukan pembicaraan tindak lanjut dari pertemuan itu.

Dari proses pembahasan tindak lanjut tersebut, lanjut Presiden, Pemerintah Arab Saudi, dalam hal ini Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, telah memutuskan untuk mengembalikan kuota normal haji bagi Indonesia dari 168.800 menjadi 211.000 untuk tahun 2017.

Sebagai informasi, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa sejak 2013 jumlah kuota jamaah haji Indonesia dan negara lainnya mengalami pemotongan 20 persen karena perluasan pembangunan fasilitas di Masjidil Haram, Mekah.

Presiden menegaskan, Indonesia, menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Pemerintah Arab Saudi yang telah memberikan tambahan kuota haji kepada Indonesia.

“Penghargaan dan apresiasi juga kami sampaikan atas upaya Pemerintah Arab Saudi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan jamaah haji, termasuk jamaah haji dari Indonesia,” ujar Presiden.

Dengan sudah adanya keputusan ini, Presiden Jokowi berharap persiapan penyelenggaraan haji tahun 2017 sudah dapat dilakukan sejak dini.

Selain itu, Presiden juga menyampaikan rencana kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia pada bulan Maret mendatang. “Tentunya kita menyambut baik rencana tersebut,” pungkas Presiden.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam konperensi pers itu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Mensesneg Pratikno.

Inpres Gerakan Nasional Revolusi Mental telah Ditandatangani Presiden

Penulis : Marselinus Gunas
×
×