logo


Obama Tekankan, Rusia-China Tak Sanggup Tandingi AS

"Amerika kini tempat yang lebih baik, lebih kuat dibanding saat kita baru memulai," tutur Obama.

11 Januari 2017 19:41 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Sputniknews.com

CHICAGO, JITUNEWS.COM - Tak lagi menjadi presiden Amerika Serikat, Barack Obama dalam pidato terakhirnya menyinggung soal rivalitas antara negeri Paman sam dengan negeri Beruang Merah.

Larangan Bepergian ke Korut bagi Pemegang Paspor AS Mulai 1 September

Di hadapan ribuan pendukungnya, Obama menyatakan agar bangsanya waspada, baik itu terhadap ancaman dari kelompok radikal ISIS ataupun Rusia.

"Jadi kita harus waspada, tapi tidak takut karena ISIL (nama lain ISIS) akan mencoba membunuh orang-orang tak bersalah. Tapi mereka tak bisa mengalahkan Amerika kecuali kita mengkhianati konstitusi kita dan prinsip-prinsip kita dalam perjuangan itu," demikian ucap Obama yang dikutip dari Telegraph, Rabu (11/1).


Tidak Kuat Jangan Baca, Kisah Pilu Mencari Orang Tua dan Anak Biologis

Obama tak ragu untuk menyatakan bahwa negara semacam Rusia atapun China tak akan bisa menghilangkan pengaruh AS di mata dunia. Namun hal itu menjadi mungkin jika bangsa Amerika Serikat menyudahi perjuangannya.

"Rival-rival seperti Rusia atau China tak bisa menandingi pengaruh kita di seluruh dunia, kecuali kita menyerah atas apa yang kita perjuangkan, mengubah diri kita menjadi negara besar lainnya yang mengganggu tetangga-tetangga yang lebih kecil," ucap Obama secara tegas yang kemudian disambut keriuhan tepuk tangan.

Dalam pidatonya di kota asalnya Chicago pada Selasa (10/1) malam waktu setempat itu, Obama juga menyebut sejumlah pencapaian yang telah diraih pemerintahannya, termasuk soal pernikahan sesama jenis, kesepakatan nuklir Iran dan membunuh Osama bin Laden.

"Amerika kini tempat yang lebih baik, lebih kuat dibanding saat kita baru memulai," tutur Obama.

Obama berpidato di gedung McCormick Place yang merupakan convention center terbesar di Amerika Utara. Lokasi tersebut tak jauh dari lokasi pidato kemenangan Obama saat pemilihan presiden 8 tahun lalu. Media-media AS melaporkan, sekitar 20 ribu orang datang menghadiri momen pidato perpisahan Obama ini.

Kuburan Tentara AS Itu Bernama 'Afganistan', Taliban pun Melawan

Penulis : Syukron Fadillah
×
×