logo

HARGA KOMODITAS 21 April 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.337
    51
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.119
    849
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.382
    18
  • Beras
    Beras
    10.551
    157
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.651
    160
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.512
    527
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.796
    60
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.960
    460
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.913
    390
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    30.269
    887
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.617
    413
  • Cabai
    Cabai
    30.156
    5.361
  • Bawang
    Bawang
    33.345
    4.823
  • Susu
    Susu
    10.385
    39
  • Jagung
    Jagung
    7.058
    53
  • Ikan
    Ikan
    73.910
    111
  • Garam
    Garam
    5.916
    118




KKP Mengklaim Selama 2016 Berhasil Selamatkan Kekayaan Laut Senilai Rp 306,8 M

Sumber daya ikan tersebut terdiri dari benih lobster, kepiting, lobster, rajungan bertelur, kepiting dan lobster berukuran kurang dari 200gram, mutiara, koral dan produk hasil perikanan seperti kuda laut, penyu dan sirip hiu.

11 Januari 2017 18:44 WIB

Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan. JITUNEWS/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) berhasil menyelamatkan sumber daya ikan Indonesia senilai Rp 306,8 miliar dalam hal penanganan pelanggaran dan penegakan hukum.

Reformasi KKP Percepat Perizinan, Agar Nelayan Leluasa Melaut

Angka tersebut meningkat dari tahun 2015 yang hanya Rp 37,2 miliar. Hal tersebut diungkapkan Kepala BKIPM Rina dalam gelaran Refleksi 2016 dan Outlook 2017 BKIPM di Kantor KKP Jakarta, Rabu (11/1).

Menurut Rina, sumber daya ikan tersebut terdiri dari benih lobster, kepiting, lobster, rajungan bertelur, kepiting dan lobster berukuran kurang dari 200gram, mutiara, koral dan produk hasil perikanan seperti kuda laut, penyu dan sirip hiu. Adapun 17 kasus penanganan pelanggaran dan penegakan hukum telah mendapat putusan pelanggaran.


Mendag Ajak CEO Sawit Berkomitmen Jaga Stok dan HET Minyak Goreng

"Dari jumlah tersebut 17 kasus telah mendapatkan putusan pengadilan, dua kasus sampai pada P19, 14 kasus dalam proses penyidikan dan 119 kasus telah dilakukan pengumpulan bahan dan pelepasliaran," ungkap Rina di Gedung Mina Bahari II, Rabu (11/1).

BKIPM juga berhasil menekan angka kasus penolakan ekspor perikanan per negara mitra yang merupakan Indikator Kinerja Utama (IKU) BKIPM, dimana maksimal hanya diperbolehkan 10 kasus ke negara mitra. Untuk kasus kualitas untuk konsumsi selama 2016, tercatat hanya 7 kasus yang terjadi. Angka ini tentunya jauh lebih sedikit dibandingkan beberapa tahun lalu.

"Kasus konsumsi ada dua alasan karena mutu dan administrasi. Pada 2016 ada 7 kasus, yang paling banyak adalah di Rusia ada 4 kasus karena mengandung logam berat," ungkap Kepala Pusat Sertifikasi Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Widodo Sumiyanto.

Saat ini Indonesia menempati ranking 21 dalam penolakan ekspor hasil perikanan.

"Semakin turun ranking karena semakin sedikit kasusnya. Saat ini Indonesia sebagai negara Asia terdepan dalam keamanan ekspor hasil perikanan, menyusul Vietnam dengan 38 kasus, India 31 kasus dan Thailand 19 kasus," jelas Rina.

Selain hasil perikanan tangkap, ekspor perikanan budidaya seperti ikan nila dan lele sudah dapat menembus pasar Eropa. Hingga 2016, tercatat Indonesia sudah melakukan 86.582 kali ekspor hasil perikanan.

Selain itu, selama 2016 Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) BKIPM mencapai Rp 51,75 miliar, angka ini tentunya tercapai melebihi dari target Rp 13,04 miliar.

"Kenaikan PNBP ini dikarenakan adanya peningkatan pemeriksaan terhadap hasil perikanan senilai Rp 14,02 miliar, serta adanya integrasi sistem sertifikasi mutu dan karantina ikan," lanjut Rin

Ke depan, BKIPM akan terus melakukan peningkatan pengawasan di wilayah perbatasan, terutama dalam hal penyelundupan. Selain itu, untuk kualitas ekspor produk perikanan akan terus ditingkatkan dengan evaluasi dan inspeksi dengan lembaga dalam maupun luar negeri.

"Semakin tajamnya dan bagusnya produk perikanan sehingga keberadaan produk perikanan Indonesia dapat terus diakui oleh dunia internasional," tutup Rina.

Susi: Pencurian Ikan Berdampak pada Sumber Daya Perikanan Indonesia

Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah
×
×