logo

HARGA KOMODITAS 24 Mei 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.409
    21
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.398
    1.128
  • Mie Instan
    Mie Instan
    25.375
    23.011
  • Beras
    Beras
    10.595
    113
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.492
    319
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.499
    540
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.724
    132
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.421
    79
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.687
    616
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    31.642
    2.260
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    22.978
    948
  • Cabai
    Cabai
    32.213
    3.304
  • Bawang
    Bawang
    29.970
    8.198
  • Susu
    Susu
    10.417
    7
  • Jagung
    Jagung
    7.094
    89
  • Ikan
    Ikan
    74.538
    517
  • Garam
    Garam
    6.025
    227




Habib Rizieq Minta Kapolri Copot Kapolda Metro Jaya

Habib Rizieq menyarankan agar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan untuk disekolahkan lagi agar dia mengerti apa arti makar sebenarnya.

11 Januari 2017 18:42 WIB

Habib Rizieq Shihab memberikan keterengan kepada awak media saat mendatangi Gedung DPR RI, Rabu (11/1).
Habib Rizieq Shihab memberikan keterengan kepada awak media saat mendatangi Gedung DPR RI, Rabu (11/1). Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq menyesalkan penangkapan yang dilakukan oleh kepolisian terhadap Rachmawati dan sejumlah aktivis lainnya karena diduga melakukan pemufakatan jahat upaya makar atau menggulingkan pemerintahan yang sah.

Selidiki Kasus Rizieq FPI, Polisi Bakal Undang Keuskupan Agung Jakarta

"Kalau ada kelompok mengangkat senjata, berontak dan mengancam negara silakan ditangkap karena itu melanggar atau masuk kasus makar. Tapi kalau hanya berdiskusi, sekelompok orang rapat walaupun berkeinginan untuk meminta pelengseran dari seorang presiden itu bukan makar," ujarnya di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (11/1).

Dalam hal ini Habib Rizieq menyarankan agar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan untuk disekolahkan lagi agar dia mengerti apa arti makar sebenarnya.


Habib Rizieq Datangi DPR, untuk Apa?

"Jangan dikit-dikit makar, orang simposium dianggap makar, orang ceramah yang tidak setuju dengan kebijakan presiden atau menteri dianggap makar," tuturnya.

Menurutnya, apabila seorang kapolda tidak mengerti akan hukum, maka dia tidak boleh menjadi kapolda, dan Kapolri Tito Karnavian sebagai pemimpin tertinggi wajib hukumnya mencopot kapolda yang gemar membuat provokasi di tengah masyarakat karena hal tersebut sangat berbahaya untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Jadi supaya kapolda pintar, suruh dia belajar hukum yang bener. Kapolri wajib mencopot kapolda-kapolda yang tidak paham hukum dan bikin provokasi terhadap masyarakat," tutupnya.

Rizieq FPI: Indonesia Negara Hukum, Bukan Negara Polisi

Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan
×
×