logo

HARGA KOMODITAS 28 April 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.305
    83
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.226
    956
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.381
    17
  • Beras
    Beras
    10.579
    129
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.620
    191
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.469
    570
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.800
    56
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.842
    342
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    115.104
    199
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    30.052
    670
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.804
    226
  • Cabai
    Cabai
    30.598
    4.919
  • Bawang
    Bawang
    32.862
    5.306
  • Susu
    Susu
    10.394
    30
  • Jagung
    Jagung
    7.062
    57
  • Ikan
    Ikan
    74.359
    338
  • Garam
    Garam
    5.916
    118




Ketemu Fadli Zon, Habib Rizieq Bahas Soal 'Palu Arit'

Rizieq mengatakan bahwa pihaknya akan mengapresiasi pihak kepolisian jika polisi dapat menjembatani kasus 'palu arit'

11 Januari 2017 18:14 WIB

 Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab bertemu pimpinan DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah.
Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab bertemu pimpinan DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah. detik.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Habib Rizieq Shihab mendatangi Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah pada Rabu (11/1/2017). Tujuan Rizieq ke DPR kali ini adalah untuk beraudiensi dengan para pimpinan DPR. Kepada anggota DPR yang menerimanya, ia menyinggung berbagai hal yang berkaitan dengan situasi bangsa yang menjadi kegelisahanya. Salah satunya adalah tentang munculnya tanda-tanda kebangkitan komunisme di Indonesia. 

Harga Cabai Naik, Habib Rizieq Gubah Lagu Ini...

"Terus terang kami dalam beberapa tahun merasa gelisah dan galau dengan ditemukan indikasi paham komunisme. Saya pernah menyampaikan tentang PKI, tidak kurang dari 30 indikasi kebangkitan PKI pada simposium pada waktu yang lalu," jelas  Rizieq

Rizieq mengaitkan kegelisahanya itu dengan munculnya gambar palu arit pada uang rupiah baru yang dikeluarkan Bank Indonesia. Menurutnya, hal tersebut perlu disikapi secara serius oleh pihak yang berwenang.


Solmet Polisikan Habib Rizieq Terkait 'Palu Arit'

"Indikasi tersebut bukan karena umat Islam yang paranoid, tetapi PKI dengan tegas dilarang oleh tap MPR. Ajaran komunisme tidak boleh dikembangkan, dan sudah disebut di KUHP," imbuh Rizieq.

Rizieq menambahkan, pihaknya akan membentuk tim advokat untuk melaporkan fenomena palu arit tersebut kepada pihak Bareskrim Polri.

"Dalam 1 sampai 2 hari ini kami bentuk tim advokat dan melapor ke Bareskrim. Kami akan laporkan Gubernur BI dan Menkeu sekaligus Peruri akan kita lapor, termasuk desainer," kata Rizieq.

Rizieq mengatakan bahwa pihaknya akan mengapresiasi pihak kepolisian jika polisi dapat menjembatani kasus 'palu arit' tersebut.

"Indonesia itu negara hukum, bukan negara polisi. Saya pikir polisi juga paham pasal soal palu arit. Tapi tiba-tiba, Polda Metro mencari cara. Ini negara hukum, polisi harus tunduk hukum. Saya sambut baik kalau polisi menjembatani," ujar Rizieq.

Di hadapan para anggota DPR itu, Rizieq juga menyatakan bahwa pihaknya menuntut Bank Indonesia (BI) untuk meminta maaf secara resmi.

"BI juga harus meminta maaf secara nasional walaupun khilaf sehingga berkomitmen untuk tidak mencetak lagi. Tapi ini didorong Polda Metro untuk menciptakan negara polisi, ini mengganggu stabilitas keamanan kita," tegas Rizieq.

Rizieq juga menyinggung bahwa sejak aksi 212, dirinya kerap menjadi "sasaran bidik." Namun, ia tidak merinci, bentuk nyata dari 'sasaran bidik' yang dia maksudkan.

"BI, Menkeu, Peruri, harus memberikan klarifikasi. Karena itu, maaf Pak Fadli (Fadli Zon) dan lainnya, situasi sekarang, semenjak peristiwa 212 saya dijadikan sasaran bidik," ungkap Rizieq.

Seperti diketahui, Habib Rizieq menjadi bulan-bulanan media massa sejak dirinya dilaporkan oleh berbagai pihak, baik terkait dugaan penodaan agama, maupun terkait logo palu arit yang disampaikannya ke beberapa anggota DPR di atas.

Selidiki Kasus Rizieq FPI, Polisi Bakal Undang Keuskupan Agung Jakarta

Penulis : Marselinus Gunas
×
×