logo


Ketemu Fadli Zon, Habib Rizieq Bahas Soal 'Palu Arit'

Rizieq mengatakan bahwa pihaknya akan mengapresiasi pihak kepolisian jika polisi dapat menjembatani kasus 'palu arit'

11 Januari 2017 18:14 WIB

 Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab bertemu pimpinan DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah.
Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab bertemu pimpinan DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah. detik.com


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Habib Rizieq Shihab mendatangi Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah pada Rabu (11/1/2017). Tujuan Rizieq ke DPR kali ini adalah untuk beraudiensi dengan para pimpinan DPR. Kepada anggota DPR yang menerimanya, ia menyinggung berbagai hal yang berkaitan dengan situasi bangsa yang menjadi kegelisahanya. Salah satunya adalah tentang munculnya tanda-tanda kebangkitan komunisme di Indonesia. 

Ditunjuk Jadi Imam Besar Umat Islam Indonesia, Ini Komentar Habib Rizieq

"Terus terang kami dalam beberapa tahun merasa gelisah dan galau dengan ditemukan indikasi paham komunisme. Saya pernah menyampaikan tentang PKI, tidak kurang dari 30 indikasi kebangkitan PKI pada simposium pada waktu yang lalu," jelas  Rizieq

Rizieq mengaitkan kegelisahanya itu dengan munculnya gambar palu arit pada uang rupiah baru yang dikeluarkan Bank Indonesia. Menurutnya, hal tersebut perlu disikapi secara serius oleh pihak yang berwenang.


Rizieq FPI: Indonesia Negara Hukum, Bukan Negara Polisi

"Indikasi tersebut bukan karena umat Islam yang paranoid, tetapi PKI dengan tegas dilarang oleh tap MPR. Ajaran komunisme tidak boleh dikembangkan, dan sudah disebut di KUHP," imbuh Rizieq.

Rizieq menambahkan, pihaknya akan membentuk tim advokat untuk melaporkan fenomena palu arit tersebut kepada pihak Bareskrim Polri.

"Dalam 1 sampai 2 hari ini kami bentuk tim advokat dan melapor ke Bareskrim. Kami akan laporkan Gubernur BI dan Menkeu sekaligus Peruri akan kita lapor, termasuk desainer," kata Rizieq.

Rizieq mengatakan bahwa pihaknya akan mengapresiasi pihak kepolisian jika polisi dapat menjembatani kasus 'palu arit' tersebut.

"Indonesia itu negara hukum, bukan negara polisi. Saya pikir polisi juga paham pasal soal palu arit. Tapi tiba-tiba, Polda Metro mencari cara. Ini negara hukum, polisi harus tunduk hukum. Saya sambut baik kalau polisi menjembatani," ujar Rizieq.

Di hadapan para anggota DPR itu, Rizieq juga menyatakan bahwa pihaknya menuntut Bank Indonesia (BI) untuk meminta maaf secara resmi.

"BI juga harus meminta maaf secara nasional walaupun khilaf sehingga berkomitmen untuk tidak mencetak lagi. Tapi ini didorong Polda Metro untuk menciptakan negara polisi, ini mengganggu stabilitas keamanan kita," tegas Rizieq.

Rizieq juga menyinggung bahwa sejak aksi 212, dirinya kerap menjadi "sasaran bidik." Namun, ia tidak merinci, bentuk nyata dari 'sasaran bidik' yang dia maksudkan.

"BI, Menkeu, Peruri, harus memberikan klarifikasi. Karena itu, maaf Pak Fadli (Fadli Zon) dan lainnya, situasi sekarang, semenjak peristiwa 212 saya dijadikan sasaran bidik," ungkap Rizieq.

Seperti diketahui, Habib Rizieq menjadi bulan-bulanan media massa sejak dirinya dilaporkan oleh berbagai pihak, baik terkait dugaan penodaan agama, maupun terkait logo palu arit yang disampaikannya ke beberapa anggota DPR di atas.

Habib Rizieq Datangi DPR, untuk Apa?


Penulis : Marselinus Gunas
Tag:

Komentar

    ×
    ×