logo





Habib Rizieq Sebut FPI Berhak Ikut Pelatihan Bela Negara

Habib Rizieq menjelaskan bahwa warga negara Republik Indonesia mempunyai hak untuk ikut latihan bela negara termasuk FPI.

11 Januari 2017 18:15 WIB

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq menggunakan sorban hijau melakukan unjuk rasa di kawasan Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (4/11/2016).
Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq menggunakan sorban hijau melakukan unjuk rasa di kawasan Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (4/11/2016). Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mengapresiasi pernyataan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yang menyebut bahwa warga negara Indonesia diperkenankan untuk mengikuti pelatihan bela negara, termasuk FPI.

Pelaku Provokasi Dalam Pengaruh Miras, Demo FPI di Sidang Ahok Berlanjut Damai

"Saya apresiasi Kemenhan, Pak Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yang mengatakan FPI berhak untuk latihan bela negara. Itu pernyataan seorang negarawan artinya walaupun Menteri Pertahanan mungkin di dalam hal beberapa punya perbedaan-perbedaan dan pandangan dengan FPI, tapi di dalam persoalan bela negara beliau tampil sebagai seorang negarawan," ujarnya di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (11/1).

Habib Rizieq menjelaskan bahwa warga negara Republik Indonesia mempunyai hak untuk ikut latihan bela negara termasuk FPI. Dalam latihan bela negara tersebut, akan dididik tentang pilar-pilar negara seperti penjelasan apa itu Pancasila, Undang-undang dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan persatuan kesatuan Republik Indonesia.


Ryamizard Ryacudu Angkat Bicara Soal FPI yang Ikut Latihan Bela Negara Bersama TNI

"Jadi perlu diketahui bahwa FPI adalah termasuk warga negara Republik Indonesia dan mempunyai hak untuk ikut latihan bela negara. Pelatihan bela negara yang dilaksanakan di Kodam-kodam, di Korem-Korem dan di Kodim-Kodim seluruh Indonesia itu berhak diikutsertakan seluruh komponen bangsa. FPI sebagai bagian dari komponen bangsa di beberapa daerah dilibatkan dalam latihan bela negara," tuturnya.

Menurutnya, latihan bela negara tidak hanya diikuti oleh FPI saja, namun juga ormas-ormas lain dan komponen masyarakat lain berhak ikut dalam kegiatan bela negara. Namun apabila FPI ikut latihan bela negara, kemudian ada yang mempersoalkan maka dipastikan orang tersebut adalah sekelompok orang yang gemar mengadu domba umat.

"Lalu kenapa begitu FPI ikut kok ada yang kebakaran ubun-ubun. ada apa ini, apa FPI tidak boleh membela negara. yang kebakaran ubun-ubun itu adalah yang sering bikin fitnah dan menyebar berita hoax dan suka membuat isu-isu untuk mengadu domba umat. Jadi tidak usah didengarkan," katanya.

Soal Latihan Bela Negara TNI ke FPI, Menhan: Tanpa Izin Saya, Boleh Saja

Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan