logo

HARGA KOMODITAS 21 April 2017
  • Ketela Pohon
    Ketela Pohon
    5.337
    51
  • Kacang Tanah
    Kacang Tanah
    25.119
    849
  • Mie Instan
    Mie Instan
    2.382
    18
  • Beras
    Beras
    10.551
    157
  • Gula Pasir
    Gula Pasir
    13.651
    160
  • Minyak Goreng
    Minyak Goreng
    11.512
    527
  • Tepung Terigu
    Tepung Terigu
    8.796
    60
  • Kacang Kedelai
    Kacang Kedelai
    10.960
    460
  • Daging Sapi
    Daging Sapi
    114.913
    390
  • Daging Ayam
    Daging Ayam
    30.269
    887
  • Telur Ayam
    Telur Ayam
    21.617
    413
  • Cabai
    Cabai
    30.156
    5.361
  • Bawang
    Bawang
    33.345
    4.823
  • Susu
    Susu
    10.385
    39
  • Jagung
    Jagung
    7.058
    53
  • Ikan
    Ikan
    73.910
    111
  • Garam
    Garam
    5.916
    118




Jenderal Gatot Ditegur Jokowi Hanyalah Kabar Hoax

Isu miring itu beredar setelah insiden pemutusan kerja sama dengan Australia terkait 'Pancagila'.

11 Januari 2017 17:34 WIB

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. JITUNEWS/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Belakangan muncul isu miring terkait hubungan antara Panglima TNI Gatot Nurmantyo dengan Presiden Joko Widodo. Dikabarkan, Jenderal Gatot telah ditegur oleh Presiden Joko widodo.

Lippo Group: Soal Dukung Program DP 0% Hingga Fasilitasi Anies Naik Heli, Hoax!

Isu miring itu beredar setelah insiden pemutusan kerja sama dengan Australia terkait 'Pancagila'.

"Saya sudah katakan bahwa semua yang saya lakukan karena presiden pimpinan saya," ucap Gatot menepis isu miring di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (11/1).


Andi Mallarangeng Bebas, KPK ‘Kecewa’, Ini Alasannya

Gatot menegaskan bahwa dirinya tak dijatuhi teguran oleh Jokowi terkait hal tersebut. Kabar bohong atau hoax itu pun tak ingin ditindaklanjuti lebih jauh olehnya.

"Teguran tidak ada, itu hoax, ngapain kita mikirin itu. Capek," tegas Panglima TNI.

Seperti yang telah dikabarkan, TNI ada rencana untuk memutus kerja sama militer dengan Australia. Penyebabnya tak lain karena telah terjadi penghinaan terhadap Pancasila oleh seorang oknum perwira Australia.

"Tentang tentara yang dulu, Timor Leste, Papua juga harus merdeka, dan tentang Pancasila yang diplesetkan jadi Pancagila," terang Gatot sebelumnya, Kamis (5/1).

Penghinaan terhadap Pancasila terjadi di Campbell Barracks di Perth, Australia. Perwira TNI yang menjadi instruktur pengajar di barak tentara Australia itu menemukan hal yang mendiskreditkan TNI dan Indonesia.

Karena insiden ini, TNI memutuskan menghentikan sementara kerja sama pendidikan dengan Australia. Pihak Australia kini tengah melakukan investigasi terkait dengan hal tersebut. Perwira yang diduga melakukan pelecehan itu juga telah diberi sanksi.

"Pendidikan ini diberhentikan dulu, yang lain kita evaluasi lagi. Saya tidak akan ke Australia, kemudian menunggu dari hasil investigasi," kata Gatot.

KASAU Prihatin Atas Terjadinya Insiden Saat Dirgantara Expo 2017 Kemarin

Penulis : Syukron Fadillah
×
×