logo





Ditunjuk Jadi Imam Besar Umat Islam Indonesia, Ini Komentar Habib Rizieq

"Saya tidak dalam posisi setuju atau pun menolak, dan saya tidak dalam persoalan tersebut," jelasnya.

11 Januari 2017 16:46 WIB

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (11/1).
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (11/1). Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab mengaku dirinya tidak mengetahui perihal pengangkatan dirinya untuk dikukuhkan menjadi imam besar umat Islam Indonesia.

"Nasib Pak Khathath dan Habib Rizieq Sudahlah di-Restore Kembali ke Titik Nol"

"Saya tidak tahu menahu, dan sebagainya FPI tidak pernah mempunyai kebijakan semacam itu" ujarnya di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (11/1).

Habib Rizieq mengungkapkan bahwa dirinya sebagai pemimpin di FPI adalah hasil keputusan Musyawarah Nasional FPI, namun adanya keinginan untuk menjadikan dirinya sebagai imam besar umat Islam Indonesia adalah konstitusi pandangan masyarakat sebagai warga negara.


Novel FPI: Yang Dilakukan Kaesang Lebih Berat Dibanding Ahok

"Saya pikir itu hak konstitusi mereka sebagai warga negara. Saya tidak dalam posisi setuju atau pun menolak, dan saya tidak dalam persoalan tersebut," jelasnya.

Habib menambahkan kalau itu memang benar kemauan umat islam di Indonesia, maka hal tersebut harus diserahkan kepada masyarakat dan diserahkan kepada para ulama-ulama untuk memusyawarahkan penunjukan tersebut.

"Itu harus serahkan kepada mereka dan para ulama mereka, untuk memusyawarahkan itu, dan itu bukan otoritas saya untuk menjawab," tutupnya.

Pembacokan Hermansyah Dikaitkan Kasus Chat Porno Rizieq, Dadang: Polisi Harus Dalami

Penulis : Khairul Anwar, Syukron Fadillah