logo





Sri Mulyani: Saya adalah Menteri Pelayanan

Menkeu juga menjelaskan mengenai strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

11 Januari 2017 15:53 WIB

Menteri Keuangan, Sri Mulyani.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kemenkeu – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kebijakan fiskal dalam APBN tahun 2017 dibuat secara kredibel, efisien dan efektif serta berkesinambungan. Hal tersebut dilakukan dengan melakukan optimalisasi penerimaan negara, mengelola belanja negara secara produktif dan berkualitas, serta mengelola pembiayaan dengan prinsip kehati-hatian (prudent).

“Semakin kita ingin transparan which is good, Anda akan semakin dituntut untuk lebih akuntable dan kredibel," jelas Sri Mulyani saat memberikan arahan dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Keuangan di Aula Mezzanine, Gedung Juanda I Kementerian Keuangan pada Selasa (10/01).

Dalam mengelola APBN sebagai instrumen fiskal, suatu negara akan menghadapi kondisi ekonomi yang sangat dinamis. Hal tersebut tercermin dari kondisi realisasi APBN-P 2016 yang mengalami naik dan turun dari target yang telah ditetapkan.

“Kita tidak bisa mematok suatu angka tetapi ini adalah suatu estimasi. Kita berhadapan dengan ekonomi yang dinamis," katanya

Hobi yang Menghasilkan Uang

Menkeu juga menjelaskan mengenai strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, Kementerian Keuangan harus bisa membuat kebijakan yang bersifat growth friendly. Hal tersebut dapat dicapai dengan cara menggeser sumber pertumbuhan ekonomi dari yang sebelumnya bersifat konsumsi (consumption led growth) menjadi yang bersifat investasi (investment led growth).

Selain itu, kemampuan Kementerian Keuangan dalam menyusun APBN yang akuntable dan kredibel juga memiliki peranan yang penting. “Kemampuan kita dalam mendesain belanja itu menjadi sangat penting," jelas Menkeu

Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Keuangan melakukan reformasi dalam bidang perpajakan yang lebih komprehensif. Reformasi tersebut dilakukan melalui reformasi di bidang kebijakan dan reformasi di bidang administrasi.

“Kita ingin wajib pajak kita bertambah banyak, dan itu bisa terwujud kalau kita melakukan reform," tegasnya.

Pada akhir arahan, Menkeu berpesan kepada seluruh pejabat Kementerian Keuangan yang hadir agar memahami peran dari setiap pegawai Kementerian Keuangan yang sangat strategis.

“Jangan pernah merasa Anda tidak penting, tetapi jangan pernah merasa Anda sok penting. Ini suatu kombinasi yang sangat sulit. Yang Anda lakukan ini adalah so important, tapi jangan pernah Anda merasa sok penting. Karena di situ letaknya humility dan pelayanan. Mungkin ini kurang keren, tetapi Anda adalah kepala pelayan, tetapi saya senang jabatan itu," kata dia.

Lebih lanjut, Menkeu berpesan agar seluruh jajaran Kementerian Keuangan dapat melayani rakyat dan negara ini atas dasar kecintaan kepada Indonesia.

"Saya adalah menteri pelayanan. Saya menjadi ketua dari Anda semua untuk bisa melayani negara ini, republik ini, untuk melayani rakyat kita. Kita lakukan itu bukan karena terpaksa, tapi because you love this country so much," imbuhnya

Harapan Besar Pembuat Tahu Kecil

Penulis : Marselinus Gunas