logo


Polri Siap Hadirkan Penyidik Pengetik BAP yang Diduga Salah Ketik

BAP tersebut tertulis laporan tanggal (6/9/2016), sedangkan Ahok pidato di Pulau Pramuka tanggal (27/9/2016)

11 Januari 2017 15:07 WIB

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul. Antara

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pada persidangan kelima kasus dugaan penistaan agama yang mendakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), majelis hakim memutuskan untuk memerintahkan penuntut umum untuk memanggil polisi Polresta Bogor yang mengetik BAP dari saksi bernama Willyuddin Abdul Rosyid.

Pelaku Provokasi Dalam Pengaruh Miras, Demo FPI di Sidang Ahok Berlanjut Damai

Pemanggilan tersebut terkait adanya ketidaksesuaian data antara laporan dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Salah satunya adalah menyangkut lokasi dan tanggal kejadian.

Menurut laporan Willyuddin, penodaan agama oleh Ahok terjadi pada tanggal 6 September 2016 dan berlokasi di Bogor. Sedangkan pidato Ahok baru terjadi pada tanggal 27 September 2016 di Pulau Pramuka.


Meski Banyak Pendemo, Kepolisian Pastikan Jalannya Sidang Ahok Berlangsung Aman

Berkaitan dengan hal itu, Polri siap menghadirkan polisi yang diduga salah ketik saat pembuatan BAP tersebut.

"Itu perintah hakim yang akan ditujukan ke Polresta Bogor. Bagi Polri, kami siap hadir," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Jakarta Selatan, Rabu (11/1/2017).

Hingga berita ini diturunkan, Martinus mengatakan belum adanya surat dari pengadilan terkait penggilan tersebut.

"Tapi suratnya belum ada," imbuhnya.

Ratusan Anggota Dewan Tak Hadir Pada Paripurna Pembukaan Masa Sidang

Penulis : Sukma Fadhil Pratama